19-26

by livergirl


This past seven days has been a very tough week for me. Physically, mentally, spiritually, almost everything. That’s why I think I have to write something.

This story began in November 19th, 2009.

.

Kamis. Hari ini exam 3003. Subjek paling mati dari 3 subjek legendaris EEE 2nd & 3rd year. Singkatnya, subjek ini susaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh banget. Buat gue dan (rasanya sih) sebagian besar populasi EEE NTU.

Gue mulai belajar super intensif untuk pelajaran ini dari hari Senin. Dan by Rabu malem, rasanya udah capekk banget. Capek belajar dan tetep nggak tau mau ngapain ketika disodorin soalnya. Capek memaksa diri sendiri belajar dan belajar lagi, tapi tetep nggak ngerti.

Gue sempet down malem itu. Bersyukur pacar bisa dateng. Bersyukur kalo dia juga tau rasanya menghadapi 3003.

Kamis jam 11 gue keluar dari Nanyang Audi. Lemes, nggak banyak ngomong, langsung beli junkfood dan pulang.

Those two hours in the exam hall were awful, but I’m thankful He let the rain poured down in the afternoon. Cooled the day and made me sleep comfortably.

.

The next week, started at November 23rd was tougher, in every sense.

My exams were at 23rd-26th. Monday to Thursday. Senen-kamis. Tanpa jeda. Semuanya core subjects.
23 : EE3011 ~ control
24: EE4040 ~ engineers & society
25: EE3001 ~ electromagnetics
26: EE3015 ~ power systems

Gue baru mulai belajar lagi hari Jumat tanggal 20. Cuma 3 hari sebelum mulai rangkaian 4 exam. Plan gue tadinya mau belajar engsoc + 3015 hari jumat & sabtu. Hari Minggu mau dipake buat finalize yang buat hari Senen.

Tapi emang manusia cuma boleh berencana. Hari minggu siang abis pulang gereja, suddenly gue sakit. Period gitu, plus masuk angin dan malemnya diare. Ngaco banget deh. Nggak sempet ngerjain satupun pyp (past year paper). Dan berjam-jam gue cuma meringkuk kesakitan, nggak bisa ngapa2in.

Dalam doa gue malem itu, gue inget gue minta disembuhkan. Mungkin nggak malem itu, tapi gue berdoa supaya besok paginya saat exam gue bisa ngerjain tanpa kesakitan.

Well, doa gue nggak dikabulkan, apparently. Pagi-paginya gue masih sakit-sakit gitu, begitu juga saat menjelang masuk exam hall, dan saat lagi ngerjain soal. Tapi bersyukur, gue bener-bener bisa nerima itu semua.

At the end pas keluar exam hall, it was not so bad.  Gue masih bisa ngerjain sebagian besar.

.

Besoknya engsoc. Basically ini kayak PPKn jaman dulu deh. Ngarang all the way. I spent waktu yang tersisa buat baca rangkuman. Pas exam berhasil ngarang 11 halaman (nggak penuh sih) tapi yaudahlah.

.

Besoknya lagi 3001. Disini pas gue drop lagi. Capek. Rasanya exam ga abis-abis. And I got less than 15 hours to review and practice for this subject. Otak rasanya nggak mampu diperes keluar terus diisi lagi secepet itu.

Tapi lagi-lagi I felt thankful. Kali ini nggak ada pacar, tapi andy rasanya selalu berderin setiap beberapa waktu. Ada aja sms encouragement dari temen-temen. Dari yang massal sampe yang personal. Gue bukan orang yang akan ngebales semuanya, tapi I thank you all who sent me those🙂 .

My tears were broken, yet again, that night. I was down, but He lifted me up through my friends.

Exam ini nggak terlalu bisa sih. Tapi setelah ngelewatin 3003, rasanya selalu ada yang positif dari setiap exam. “At least yang ini better dari 3003.”

.

Terakhir, hari ini, 3015. Exhaustion-nya masih kebawa-bawa sih, tapi uda bisa lebih bener belajarnya, meskipun pesimis juga. Nggak terlalu yakin dengan apa yang udah gue tulis, tapi gue rasa gue udah menulis (dan mengira-ngira) yang terbaik yang gue bisa.

Let Him decide what will I get.

.

Seminggu ini bener-bener jadi ujian buat gue. Baru pernah gue 4 hari core berturut-turut. Capek, of course, tapi ya ada enaknya juga begitu semua udah kelar😀 .

Belajar untuk bener-bener pasrah sama Tuhan tanpa bertanya-tanya, bahkan ketika doa yang cukup critical nggak dikabulkan. Belajar untuk nerima bahwa memang kehendak Tuhan kalo gue cuma punya waktu setengah hari untuk finalize belajar subjek yang gue niat banget sem ini tapi Dia malah ngasih gue kesakitan buat mengisi waktu itu. Belajar untuk persistent. Belajar untuk self-rapid-recover after an exam breakdown.

Hopefully this is the first and last experience regarding 4-days-core-exams, but I certainly hope the lessons will continue🙂