<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Chinese Indonesian</title>
	<atom:link href="http://livergirl.wordpress.com/me/chinese-indonesian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://livergirl.wordpress.com</link>
	<description>a treasure chest, a diary, a garbage bin, a life written</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 01:04:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: hadi</title>
		<link>http://livergirl.wordpress.com/me/chinese-indonesian/#comment-1304</link>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 08:50:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://livergirl.wordpress.com/?page_id=115#comment-1304</guid>
		<description>Sebenarnya jaman Belanda dulu juga sudah ada Chinese yg tak bisa berbahasa Tionghoa karena telah tinggal lama dan hidup berbaur dgn penduduk setempat. Lalu pada jaman Soekarno ada pembatasan untuk org Tionghoa, di antaranya peraturan thn 1957 yg mana org WNI tak boleh masuk sekolah Tionghoa. Perlahan-lahan sekolah Tionghoa dibatasi misalnya dgn mengharuskan guru2nya bisa berbahasa Indonesia, sebelum ditutup resmi sekitar thn 1966/1967.

Sebenarnya di negara2 lain di Asia Tenggara selain Malaysia dan Singapura juga byk overseas Chinese yg tak bisa berbahasa Tionghoa, spt di Myanmar, Thailand, Vietnam. Nama mereka juga nama setempat, bukan nama Tionghoa. Bbrp OV itu Chinese lho, meskipun ngomongnya bhs V gt. 

Di Singapura, kadangkala kalau disuruh ngisi formulir, setelah ngisi ras, lalu nama dalam Chinese character lalu ngisi dialect. Ini yg sulit juga, apalagi kalau sudah campur baur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya jaman Belanda dulu juga sudah ada Chinese yg tak bisa berbahasa Tionghoa karena telah tinggal lama dan hidup berbaur dgn penduduk setempat. Lalu pada jaman Soekarno ada pembatasan untuk org Tionghoa, di antaranya peraturan thn 1957 yg mana org WNI tak boleh masuk sekolah Tionghoa. Perlahan-lahan sekolah Tionghoa dibatasi misalnya dgn mengharuskan guru2nya bisa berbahasa Indonesia, sebelum ditutup resmi sekitar thn 1966/1967.</p>
<p>Sebenarnya di negara2 lain di Asia Tenggara selain Malaysia dan Singapura juga byk overseas Chinese yg tak bisa berbahasa Tionghoa, spt di Myanmar, Thailand, Vietnam. Nama mereka juga nama setempat, bukan nama Tionghoa. Bbrp OV itu Chinese lho, meskipun ngomongnya bhs V gt. </p>
<p>Di Singapura, kadangkala kalau disuruh ngisi formulir, setelah ngisi ras, lalu nama dalam Chinese character lalu ngisi dialect. Ini yg sulit juga, apalagi kalau sudah campur baur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
