das Bier

“Lo bukan sih yang lebih suka bir daripada wine?”

Waktu itu biefef gue nanya. Well, emang gue lupa sih apa tepatnya yang gue bilang, tapi emang gue suka minuman ini. Entah karena mungkin gue cocok dengan rasanya, ato emang gue cuma bisa afford itu, ato emang karena alkoholnya nya rendah jadi masih enak diminum di negara tropis, ato gue emang segitu freak nya dengan apapun yang bernuansa jerman :P

Tapi yang jelas gue suka bir karena ini minuman yang siapapun bisa minum. Sesuatu yang biasa semua orang tinggal minum dari kaleng (ato botol), pake baju gembel-gembel. Nggak usah pake gelas tinggi plus mesti minum pelan-pelan, dirasain wanginya kayak wine. Dan satu lagi, bir itu buat gue lumayan associated sama bola. Asik aja gitu nonton bola sambil minum bir…hehehe.

Don’t get me wrong, I like wine. And I would love to try other liquors too.

Ada yang bilang bir itu pahit. Emang sih, just like life…haha. Ada yang mungkin menganggap bir kurang berkelas, soalnya murah. Yah tapi yang fresh brewed kan mahal atuh…dan itu yang paling enak ;)

Yah tapi namanya juga minuman keras…gotta be careful and stay away from addiction :)

.

Eniwei, pengen banget deh minum fresh brewed lagi…

November 2, 2009. just a girl, random. 6 comments.

commitments

Kmaren (kmarennya orang jawa) salah satu bff gue bilang bgini ke gue:

“Yah sem depan lo uda jadi 2 exco, timetable penuhnya gila-gilaan, punya pacar pula. Nggak ada waktu donk buat ngebiefef,”

Dia bercanda sih, tapi ya dipikir-pikir bener juga. Padahal gue cukup “minimalis” lho. Satu exco pelayanan, satu exco emang passion plus bonus poin. Timetable cuma core doank plus 1 UE kok. Tapi ternyata diitung2 heboh juga. Sem depan bakal super sibuk, dan sem depannya lagi IA *sigh* . Gatau lagi nasib nilai akademik mo jadi apa. Semoga 2 taon lagi ekonomi ga sengaco sekarang. Tapi ya itu yang namanya komitmen. Harus dijalani.

Wew.

June 8, 2009. just a girl. 6 comments.

sunshine

…his name is Yonathan Antonio.

Christian. Indonesian-Chinese (although he might not look like one :P ). (Just) graduated.

My good friend.

My brother in Christ.

My very good senior.

My role model.

My love.

The answer to my prayers

:)

June 1, 2009. istanbul, just a girl. Comments off.

zwanzig

So yeah, here I am, I’m twenty now. And I have to say, even though the hours before were such a panic attack (plus I was quite sick the day before), but the first hours after were incredible, thanks to my sunshine :)

They said this is the age when you’re not a teenager anymore. The first year of adulthood, something I was so afraid of. The time when one has to take more responsibility. Be more mature.

Well I cannot say I’m mature. I may look tough. I may look calm sometimes. I take responsibilities. But I’m just a selfish little girl in many ways. I complain a lot, I cry a lot, I got angry a lot, and I’m still working on them. To be a better child of my Father in heaven. To be a better friend. To be a better person for others. To live a better life.

Thanks God for another year in my life. Thanks for all the blessings You’ve given me. May I always be thankful, cause Your grace is enough.

.

Thanks for all the birthday wishes. They all make this day superb :D

May 20, 2009. anfield, just a girl, melwood. 9 comments.

twenty resolutions

Twenty something days to twenty, and I want to share my twenty resolutions ;)

  1. Hubungan yang makin dekat sama Tuhan. Lebih terbuka dalam berdoa. Saat teduh tetep rajin. Dilengkapi dengan baca Alkitab tiap hari diluar renungan.
  2. menjadi terang. menjadi saksiNya setiap saat. 
  3. Baca buku-buku kerohanian (nggak cuma buku art/music/literature aja)
  4. Be thankful in all things.
  5. Ohya ini juga penting: mengurangi keceplosan kata-kata kasar
  6. bertahan hidup se-sehat-sehatnya. Mengurangi junk food lebih lagi. Tetep mengurangi drastis konsumsi pork & memperbanyak konsumsi ikan. Makan buah tiap hari. MENGURANGI KONSUMSI KOPI (nah ini berat).
  7. Mencapai level yang lebih tinggi dan memperluas pengetahuan gue dalam apresiasi terhadap visual art.
  8. Mengatur biological clock. Bangun nggak lebih dari jam 10am meskipun sebelomnya nonton bola juga.
  9. Belajar lebih sungguh-sungguh. Meskipun ini bukan major impian dari hati, tapi tetep inget bahwa motivasi belajar bukanlah untuk memperbaiki hidup ataupun mengejar ilmu, tapi untuk memuliakan Tuhan. Dan secara Tuhan udah miraculously tempatin gue disini, in this particular country, in this particular university, in this particular major, berarti inilah jalan yang dipilihNya buat gue untuk memuliakanNya.
  10. Closer to my sister. It’s kinda complicated kenapa kita nggak deket. Kalo mau jawaban simpel: karena kita luarbiasa beda interestnya. Tapi sebenernya nggak sesimpel itu masalahnya. Dan masih menjadi pergumulan gue. Tapi ya gue mau berusaha. Meskipun nggak tau deh bisa tahan sama her suju stuffs (and other korean/japanese things) ato nggak. Meskipun gue nggak tau caranya, tapi gue yakin Tuhan bukakan jalan.
  11. Trust my friends more. Ini salah satu yang paling susah. Uda gue taro di . targets . dari kapan taun tapi masih nggak terwujud. Emang gue punya masalah dalam membuka diri dan menceritakan segala problem gue. So sorry buat yang sharing sama gue. Gue ngerti maksud kalian baik, cuma ya gue aja yang punya problem susah percaya.
  12. Dan lebih terbuka terhadap orang lain secara umum, i.e: nggak ansos-ansos amat.
  13. berpikir lebih panjang. lebih jauh ke depan. apalagi kalo lagi ngomong. dan bikin komitmen.
  14. nggak kendor & tetep semangat di pelayanan.
  15. love myself. love my heart
  16. belajar untuk lebih mengerti nyokap gue. again it’s complicated.
  17. lebih dekat dengan alam. environmentally friendly. (meskipun tetep gatahan sama serangga)
  18. mengurangi pembajakan. aaarrrrggghhh it will be so damn hard!!
  19. belajar untuk memaafkan dengan tulus. sesuatu yang gue masih struggle banget.
  20. find eros love. pray for it. fight for it.

.

April 28, 2009. just a girl, melwood. 9 comments.

narsis :p

created using photofunia. lucu ya…hehehe :wink:

October 30, 2008. just a girl, random. Leave a comment.

panggilan hati

Tenang, ni post bukan mau curhat tentang pacar (ya jelas lah wong pacar aja gue gapunya *curcol*). Ini tentang masalah klasik pelajar, masalah jurusan.

Lha uda 2nd year kok baru ngebahas sih? Ada juga dibahas pas mau masuk kuliah donk.

Well, iya sih.

Tapi yaudahlahya kalo mau nulis ya nulis aja.

Memang ada apa sih dengan jurusan?

Hmm. Gimana ya mulainya. Kita mulai aja dari hal-hal yang menginspirasi gue nulis kali ini.

“Lo EEE kan ya? Gimana? Ngerasa ga cocok?”

“Kalo gue disuruh tebak jurusan lo, EEE is the last thing on my mind,”

“Tampang lo sih cocok-cocok aja masuk EEE. Tapi setelah ngenal lo, elo tuh bener-bener bukan anak EEE.”

“Kenapa lo nggak masuk ADM / language aja?”

“Lho kok masuk EEE kalo bukan panggilan?”

…dan lain-lainnya

EEE : Electrical & Electronic Engineering,
      jurusan dimana saya terdaftar sebagai mahasiswa NTU
ADM : Art, Design & Media
Language : ya bahasa lah ya

.

Pertanyaan macam ini entah kenapa agak sering ditemukan di sekitar gue akhir-akhir ini. Baik oleh bff-bff gue (bff = temen baek), orang yang gue kenal tapi nggak begitu deket, dan juga orang-orang yang baru gue kenal beberapa bulan ini. Entah kenapa seluruh dunia seakan sedang bekerja sama untuk ngingetin gue betapa nggak cocoknya gue di EEE. Betapa jurusan ini bukanlah panggilan hati gue.

Kalau mau jujur, memang menjadi seorang teknisi elektro bukan panggilan hati gue.

Jadi…kenapa pilih EEE?

Karena gue nggak tahu panggilan hati gue. Simpel kan? Gue nggak tahu apa yang gue mau by the time uda tiba saatnya gue harus memilih.

Jadi apa yang gue lakukan?

Gue menganalisis diri gue sendiri, dan menyusun fakta-fakta tentang gue.

  1. Gue benci pelajaran sosial macem ekonomi, akuntansi, dan sebel kalo harus ulangan sejarah.
  2. Business major is definitely out of the list. Gue bener-bener ga bakat, meskipun kata orang kalo orang cina (yg pure maupun heritage) pasti bisa dagang.
  3. Gue orang melankolis
  4. Gue anak IPA.
  5. Gue cukup suka fisika, dan lumayan bisa math (meskipun gak suka).
  6. Kimia dan biologi jelas bukan bidang dimana otak gue bisa bekerja dengan bagus.
  7. Bokap gue engineer banget, dan nyokap gue juga anak IPA meskipun akhirnya lulusan ekonomi.
  8. Science major is also out, meskipun gue sempet mempertimbangkan. Bayangan gue di lab all the time, ngutak-ngatik rumus, eksperimen sampe ribuan kali, dll bener-bener bikin gue ngeri. Apalagi kan biasanya scientist gagal ribuan kali dulu baru berhasil. Gue nggak sekuat itu kayaknya.
  9. Gue punya interest yang besar ke musik (baik vokal & instrumental) & visual art
  10. Gue sedikit berbakat di bahasa asing
  11. Di keluarga deket gue nggak ada seniman.

Yah jadi berdasarkan fakta nomer 1-8, gue mulai melihat-lihat daftar jurusan engineering, dan tentu mencari universitas juga. Ini terjadi kira-kira pas gue kelas 1 SMA. Yah nggak sampe se detail itu sih mikirnya, tapi roughly gue udah sampe tahap dimana gue meyakinkan diri gue sendiri kalo I was born to be an engineer (pas waktu itu gue juga lagi obses banget sama F1).

Trus kenapa elektro? Berdasarkan fakta nomer 6, jelas chemical / bio engineering nggak cocok sama gue. Pilihan tinggal elektro / sipil / mesin / material / komputer. Material kayaknya main di kimia juga, jadi nggak bisa juga lah. Komputer? Hmm…memang saat itu IT lagi lumayan booming sih, tapi kalo gue sih have no interest. Sipil? Entah kenapa selalu gue konotasikan dengan bikin jalan tol, dan nampaknya sih bukan gue aja. Mesin? Nggak ah. Bokap gue teknik mesin soalnya. Gue ogah sama.

Gue nggak berani ambil art dan sejenisnya karena fakta nomer 11. Emang sound silly, tapi gue yakin bakat itu faktor keturunan. Buat gue kalo lo gapunya bakat, apa yang lo pelajari ga bakal membuahkan hasil yang maksimal. Dan lagi, mending jadi engineer maksa daripada artist maksa…ya gak sih?

Sejak dulu gue pengen banget tinggal sendiri di luar negeri. Gue pengen bisa bebas. Oleh sebab itu makanya gue akhirnya pengen masuk NTU, ditambah lagi dengan fakta bahwa biasanya anak Indo yang ke NTU dapet tuition grant dari pemerintah, jadi kalo diitung-itung lumayan murah lah.

Sampe seterusnya, NTU seems like the perfect school for me. Di luar negeri tapi lumayan deket rumah jadi bisa sering pulang sesuai perintah nyokap. Biayanya reasonable. Ditambah lagi saat itu kan as you all know, gue lagi pacaran dengan seorang yang juga mau masuk sini.

And the rest…you know lah. I worked really hard to get into this university. I pushed my brain to do integrals and other A level stuffs. Kayaknya saking kerasnya belajar, gue sampe udah jarang kontemplasi tentang jurusan ini.

Setelah keterima, gue euforia. Nggak kontemplasi lagi deh. Gue udah yakin ini emang ini jalan gue, secara gue dimampukan untuk keterima dan dapet scholar.

Nyampe disini, gue juga masih enjoy. Euforia akhirnya bisa tinggal sendiri di luar negeri. Menikmati semua momen dengan teman-teman. Nyoba ini itu di negara baru. Pelajarannya berat, tapi quite manageable. Ketemu temen-temen baru yang asik. Intinya, gue seneng disini.

Memasuki 2nd year, barulah akhirnya euforia itu menghilang. Gue mulai berpikir lagi. Dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa emang bener EEE bukanlah panggilan hati gue.

So what you’re gonna do?

Oh nggak, gue nggak akan pergi ke OAS (Office of Academic Service) dan minta pindah jurusan. Soalnya toh gue juga sampe sekarang nggak tahu apa panggilan hati gue, dan gue terlalu takut untuk memulai sesuatu yang baru. Belom lagi takutnya kan bakal lulus lebih lama.

Gue udah memutuskan untuk stay di EEE. Tiga tahun lagi dan gue bakal dapet degree gue (amin!). Masalah kerjaan, toh kan nggak harus jadi engineer juga kan?

Gue nggak menyesal udah kesini. I’ve learned a lot, dan gue ketemu orang-orang yang luar biasa. Orang-orang yang, well mungkin nggak akan gue inget seumur hidup, tapi orang yang akan gue sekali-kali inget nanti dan akan gue cantumkan di list orang yang bakal gue undang saat wedding gue :wink: . Intinya, gue menikmati waktu gue disini.

Dan gue yakin, kalo Tuhan memampukan gue untuk memasuki universitas ini, Dia juga akan memampukan gue untuk menyelesaikan masa pendidikan gue disini dengan baik.

Jadi apakah gue salah jurusan? Well tampaknya iya. Tapi yasudahlah. I’ve made my decision to stay :)

October 12, 2008. just a girl, melwood. 12 comments.

to my little sister

Happy belated birthday!

Waw, fourteen years! Time sure flies. How’s life for you? I hardly remember those times when I was fourteen, but I think life was sucks at that time. Well, of course you know when that thing called puberty came :lol:

Well yes I know I’m not a good big sister, I’m too cold and insensible. I’m sorry for that. But I do hope that I can be there for you when you need me. Life is tough, but it’s the toughest when you have to face it alone. So that’s why you have an older sibling :wink: .

Keep holding on only to God. Enjoy your days with good friends. Make peace with your enemies (okay I know it’s damn hard but I have to say it in your bday wish…hehe). Study hard. Reach your dreams. That’s all you need to live your life.

Enjoy your special day. This day won’t come twice.

Again, happy birthday!

September 17, 2008. just a girl, random. Leave a comment.

it’s A – S – T – R – I – D. Astrid.

Beginilah susahnya hidup di negri yang penuh OC. Jarang banget gue mendengar nama gue disebut dengan bener di negri Singapura ini (maksudnya sama orang non-Indo). Bahkan sama Singaporean, yang notabene mestinya udah cukup terbiasa dengan western names gitu. Tiap kali kenalan, pasti gue disuruh spell nama gue.

Biasanya orang sini nyebut nama kedua gue, Amelia. Ya gue juga suka sih dengan nama Amelia, tapi gue lebih pengen dipanggil dengan Astrid, soalnya itu kan nama Nordic-Jerman gitu *yeps. obsesi gue pada Jerman masih berlangsung*.

Nyebelinnya, biasanya OC2 tetep nggak bisa menyebutkan ‘Amelia’ dengan bener. Yah tapi gue cukup maklum sih. Gue sendiri juga gak terlalu bener nyebutin nama OC.

Dan ternyata, masalah nama gue nggak cuma berlaku bagi OC dan OS, tapi juga OI. Astaga. Jadi di German Society entah kenapa banyak banget OI. Dan mereka juga nggak bisa nyebut dengan bener. Ya ampun. Masa di German Society orang nggak bisa nyebut nama Jerman dengan bener? :???:

Tapi mau gak mau, in the meantime, gue trima aja lah. Ada saatnya nanti ketika gue bakal tinggal di negeri tempat asal nama gue *amiiiinnn*. :wink:

September 9, 2008. just a girl, random. Leave a comment.

friend test

[in Indonesian]

I’ve just created it…How well you know me?

dare to try? :wink:

click here

May 30, 2008. just a girl, random. 1 comment.

Next Page »