Category Archive
The following is a list of all entries from the the academy category.
choosing my spec
Yesterday I received an email. A seminar invitation for 2nd year students to help us choosing our specialization. Well, all right, I said, no problem. I think I can attend the seminar.
But wait!
students are required to go to Studentlink and select their 2 third year elective choices by 15 March 2009 (5.30 pm)
Oh noes! I really have no idea. I was really panic. But thankfully we can change the choices later. Yeah but still, the time to decide is approaching…and I really really don’t know what to choose.
One thing I know is I can’t do programming. I just cannot talk to computers. About the others…well, no particular interests.
A friend said, just choose which ones I don’t want. Then eliminate them. Hmm that’s right. But, I’ve done that to choose my major. And just look at me, I don’t have passion for what I’m doing now. I don’t want to do that method again.
.
Help me
remarkable
Waktu gue berniat mau nulis post ini, gue lagi seneng banget. Apa pasal? Akhirnya gue telah melewatkan assignment AAI185 gue dengan hasil yang tak terduga (dan memuaskan). Gue sama sekali gak nyangka gue bisa dinilai baik sama seorang guru berpengalaman dan di-compare sama calon-calon guru NIE. Bersyukur kalau gue boleh dikasih ide-ide buat ngerjain presentasi ini, dan bersyukur juga kalau gue bisa membawakannya dengan mantap.
Sebenernya pertanyaan yang dikasih ke gue tuh gampang banget. Cuma sekadar aktifitas pengantar sebelum masuk ke bab yang sebenernya. Intinya disuruh tunjukkin yang mana Cina dan sebutkan negara-negara yang culture-nya dipengaruhi sama kebudayaan Cina.
Gampang kan? Eits tunggu dulu, tugasnya belom selesai…
…presentasi harus dibawakan seolah-olah sedang mengajar anak sekolah.
Haduh! Mati banget nggak sih? Ngajar anak one-to-one kayak di mentoring sih nggak segitu masalah, tapi ngajar anak sekelas? Gawat banget deh. Inilah resikonya ambil kelas di NIE
Mungkin ada yang bakal bilang: yaudah bikin aja presentasi kayak biasanya kalo kelas komunikasi.
Ya nggak bisa gitu juga sih. Gue udah bersekolah selama 15 tahun lebih sampai sekarang. Gue udah mengalami berbagai macam guru, dan gue tahu mengajar itu susah banget kalau guru tersebut bener-bener niat untuk memberi ilmu pada muridnya (ya kan ada aja guru yang ga niat gitu. Itu sih hajar aja tinggal baca textbook). Seorang guru harus bisa menjelaskan dengan detail tapi bukan teori doank. Dia harus menjaga agar murid-muridnya nggak ngantuk, tapi dia juga diburu waktu agar kurikulum selesai pada waktunya. Ruwet kan?
Dan inilah challenge yang diberikan pada gue. Harus menjelaskan dengan lengkap, tidak membosankan, dan dalam waktu yang dibatasi. Mampus. Mana saingannya calon-calon guru (beberapa bahkan uda jadi guru terus sekolah lagi).
Tapi…tugas harus dilaksanakan kalau mau dapet nilai. Hiks. Seminggu ini gue mulai riset dikit-dikit, cari-cari gambar, tapi baru mulai bikin serius tuh kemaren malem (soalnya kan hari-hari sebelumnya sibuk sekolah di EEE). Karena gue kira kita bakal disuruh ngajar anak kecil, gue mikir lumayan lama gimana untuk menjalin interaksi sama “anak-anak” itu.
Thanks God, gue dikasih inspirasi selagi gue ngebrowse gambar-gambar. Pagi dan siangnya gue ngerapiin slides dan coba-coba ngomong. Sempet bingung soalnya kayak ga ada conclusionnya gitu ni presentasi. Tapi yaudahlah. Uda harus pergi ke NIE juga kalo nggak mau telat.
.
Di kelas, gue cukup tegang dan takut, soalnya grup pertama yang presentasi lumayan bagus, dan grup kedua setengah mati bagusnya. Huhuhu. Mereka niat banget sampe bawa alat musik dan alat peraga lainnya lengkap. Bener-bener sempet ragu apakah mau maju apa nggak. Tapi cepet atau lambat kan harus presentasi juga, jadi yaudahlah hajar aja.
Bersyukur banget suara gue nggak bergetar heboh, dan flow yang gue rancang lumayan mengalir dengan lancar. Temen-temen sekelas juga baik dan mau berinteraksi aktif dengan gue seolah-olah mereka anak sekolah.
Bersyukur juga kalau guru gue cukup senang dan memberikan pujian. Bahkan dia (dengan bercanda) nanya apakah gw consider untuk menjadi guru. Ya gue sih mau aja, tapi kan NIE khusus buat citizen
.
Pulang ke rumah, gue luarbiasa seneng dan udah niat banget mau blogging. (Bahkan katanya sampe dipanggil 3 orang pun gue ga nengok. Terlalu excited mungkin.
)
Sebelum mulai nulis, gue buka facebook, dan mulai kepo ngeliatin newsfeed plus notes orang-orang. Inilah salahnya. Soalnya ada notes yang lagi rame dikomentarin orang-orang. Notesnya sendiri sih ga masalah, lebih berupa pertanyaan, tapi komennya itu loh. Bikin kesel sendiri. Bikin kecewa. Kok orang Indo terpelajar berpikiran sedangkal ini? Dan banyak kekecewaan lainnya.
Memang nila setitik merusak susu sebelanga. Kebahagiaan gue akan presentasi yang sukses dan effort yang terbayar lunas nyaris lenyap tak bersisa. Yang ada tinggal rasa marah. Padahal salah siapa buka facebook? Salah siapa gue kepo? Kalo gue biasa-biasa aja, toh gue juga ga bakal liat dan ga bakal sebel, kan?
Gue nyaris bisa merasakan kekecewaan Tuhan terhadap anakNya yang gampang banget keseret dosa ini. Hiks
.
Tapi untungnya, saat gue menulis ini, gue kembali menelusuri perasaan gue saat presentasi itu, gue bisa kembali tersenyum dan bersyukur
Thanks God. Today has been remarkable…
hoy
Belakangan ini gue bawaannya ngantuk melulu, padahal jam tidur udah cukup. Heran. Tadi pagi malah plus pusing-pusing dan berujung ketiduran di lecture pertama EMJ. Untung lecture kedua udah bisa lebih fokus.
Tadi siang sebelum lunch gue ikutan health screening gitu (mumpung gratis). Kan lumayan bisa ngecek kolesterol, meskipun sebel kenapa harus ada tes body mass index
. Dan entah kenapa, lagi-lagi gue bermasalah pas diambil darah, meskipun ga separah yang terakhir sih. Ini cuma sedikit doang memarnya, tapi ya tetep aja rada sakit. Tadi bahkan diambil darahnya kan dikit banget. Ah ga ngerti deh.
Siangnya, ada lab. Thank God for a manageable lab subject, tons of kinda cool equipments, a great lab partner, and not talking to machines (i.e: programming). Lab partner gue harus bikin formal report buat lab ini, jadi kita ngerjainnya niat banget. Dan berjalan dengan lancar juga. Seneng deh.
Minggu depan berarti lab untuk formal report gue. Jadi deg-degan. Takut kalau programming atau apalah yang pake komputer gitu. Semester lalu gue mati banget bikinnya. Ternyata setelah dicek dapet semikonduktor. Fiuhh
.
Rada khawatir soal DIP. Semoga segala rencana berjalan lancar deh. Hope for the best.
.
*ni post random banget ya kaga ada pangkal ujung. ga ada moral of the story juga
*
$0.02
So this is the third week of my NIE-music course, AAI185. Dan gue luarbiasa seneng karena gue gak jadi drop course ini, soalnya makin lama makin menarik aja ni modul.
Topik yang tadi dibahas tuh tentang Chinese Music in Singapore. Jujur, gue agak takut dengan topik ini soalnya gue sama sekali blank dengan chinese music. Apalagi yang tradisional. Cuma pernah sekali dateng ke chinese orchestra (itupun karena gratis dan di Nanyang Audi).
Ternyata, diskusi hari ini asik. Si profesor malah ngejadiin gue ‘living specimen’ dan nyuruh gue cerita dan jawab pertanyaan tentang Chinese Indonesian. Gue harap gue ngasih fakta dan pengertian yang bener ke mereka, soalnya clearly sebagian besar baru tahu ternyata kehidupan komunitas cina pernah dilarang.
Terus lanjut ke diskusi tentang musik chinese di Singapur…apakah uda berkurang ato sama aja? Ini cukup ruwet, soalnya meskipun menurut gue musik tradisional cina udah gapernah kedengeran, tapi ternyata jumlah chinese orchestra malah bertambah dan kebanyakan sekolah punya orkestranya sendiri.
Salah seorang sempet mempertanyakan kenapa kita harus look back dan memainkan musik tradisional yang jadul gitu. Kenapa nggak sekalian aja kita bikin culture baru, genre baru seperti orang Amrik bikin musik jazz. Komentar dari yang lain juga cukup menarik. Ada yang bilang gausa susah-susah toh everything will get back, just like fashion. Jadi apapun yang terjadi toh nanti orang juga melihat kebelakang dan mengulang lagi.
.
Tapi buat gue, ini memunculkan suatu pertanyaan lain lagi: Sebenernya yang mana budaya gue?
Buat mereka, I’m a Chinese Indonesian. Chinese spelled first before the Indonesian. Buat mereka gue ya cina yang kebetulan aja dari Indo.
Take a look at me now. Gue nggak bisa bahasa mandarin/hokkien/apapun itu. Walaupun gue pernah mencoba (ya ampun angmoh di film the mummy cina aja jauh lebih jago padahal kaga sipit). Gue nyaris gapunya interest dengan budaya cina, entah itu yang dari cina daratan/hongkong/taiwan/singapur, baik yang tradisional maupun yang uda modern.
Tapi gue menari saman (belakangan plus nyanyi), gue pernah main angklung dan gamelan Bali, dan sungguh interested dengan kekayaan budaya Indonesia. Kalo gue punya kesempatan, pengen rasanya untuk belajar main alat musik tradisional yang lain. Padahal ya ampun, nyaris ga ada darah suku asli Indo di tubuh gue. Bisa ditilik sampe puluhan generasi baru ada.
Then how ar?
.
Ohya satu lagi. Si profesor juga mengemukakan concern nya tentang Christian people yang menentang beberapa budaya cina. Gue ga gitu jelas sih tadi dia bilang contohnya apa, tapi gue juga punya concern yang kurang lebih sama.
Kalo kita menyebarkan injil ke seluruh Indo, mungkinkah ada budaya yang jadi extinct? Mungkinkah ada tarian yang tidak bisa ditarikan lagi? Mungkinkah ada lagu yang tidak bisa dinyanyikan lagi? Mungkinkah nanti situs kebudayaan kehilangan pesonanya?
Contohnya aja Bali. Udah terkenal di seluruh dunia akan keindahan alam dan kekayaan budayanya yang masih terpelihara. Coba aja bayangin kalau udah nggak ada ngaben di Bali. Coba aja kalau udah nggak ada iring-iringan pas hari raya Nyepi atau yang lain. How awful is that?
.
Just my two cents.
a thursday
When I was planning my schedule for this sem, I found out that I could make it a 4-days/week schedule, as in, I will have a day off every week. Sounds interesting to me, because as an engineering student who always have >20AUs per semester, I never got mid-week vacation, unlike my NBS friends.
And so I got 17 AUs from my remaining 2nd year cores and one 3rd year core (overload), plus a day off on Thursdays. But come on, 17 AUs?? That will make this sem ‘wasted’. I need at least one more 3AUs subject, or maybe even two.
I’ve finished my Prescribed Electives (yey!
) and I only have Unrestricted Elective left. Then I remember about Minor in Music. I’ve considered it since my first semester, and maybe I could try one module this sem. My choice is Musical Practice II (I have no idea what is it, and the title doesn’t say much either) since the other subjects offered got prerequisites or auditions (according to Content of Courses).
This subject’s session is on every Thursday, so goodbye my mid-week short vacation
But anyway I was very shocked when I received the email saying that there will be an audition on Thursday, 8th January, which is today.
…
This morning I woke up quite late, cleaned my cupboard, rearranged my bags, and had oatmeal for breakfast (yes, I’m living a healthy life!
).
After a little 2002 textbook reading and a lot of slacking around (and found out that Jason Mraz will come to Singapore this March!!!!), I went to lunch with friends, slacked again (this time with them), and finally went to NIE for the audition.
I wasn’t really sure when I reached the room. It was dark, and there were only a few people waiting outside. After a while, one of them entered the room, turned on the lights, and sat on a chair. The others followed, including me (I don’t want to be left out, for sure).
Soon, I found that there were no auditions. Oh yeah. Great. And I extremely not ready to start a lesson, since I didn’t bring notes and even a pencilcase. But, what the heck, just listening and pretend that I understand. Usually that’s enough.
The teacher asked us to introduce ourselves (the NTU students, since the others are NIE music students, and this subject is their core. Ohnoes) and what we expect from the course.
Oh damn. I don’t even know what is this course all about. Luckily the first to speak wasn’t me. So basically I just told him about my course and music background, and just say that I want to learn music more formally, in different ways from what I have learned. Luckily (again), he was already quite impressed with my course (turns out that he was in EEE also but found his passion in music. Wew. History does repeat
) and the fact that I played gamelan before.
Little by little, I realized that this subject is very challenging (that’s a politically correct word, as my bff said). In other word, this is very difficult. From what I’ve heard in the class, this subject will mainly about ethnomusicology (never heard of it? So did I
) which we have to define it as an assignment.
Because the subject is non-examinable, the class attendance is compulsory, and we will be given some assessments. The first is an essay, which worth 60%. SIXTY PERCENT? I cannot believe my ears. What? Sixty percent for an essay is like…dieeeeeeeee
The second one is a project with presentation. This is a group project, which require us to go to an event then make a report (related to ethnomusicology, of course). I thought the event will be like a concert, but the teacher gave an example: a chinese funeral. What? This is getting worse…
And from what I’ve heard, I think there will be debates about some topics…
.
On the other hand, I think the programmes make sense, because this module is intended for music-teachers-to-be, and yes they really need to understand it perfectly, unlike us, NTU students who were looking for an elective (or maybe, a minor).
Honestly, I feel unsure about taking this subject. Although I’m a kind of student who don’t really care about grades (I take subjects which I like and enjoy, not the easy-to-score ones), I don’t think I can handle all those. So for now I will contemplate, pray for it, and tomorrow I’ll go to NIE library and try to define that ethnomusicology. If that is too complex for my simple-and-not-so-fast brain, maybe I will drop it.
.
After the first session, I went to IMM with Steffanie. Stephen said The Body Shop is having a sale until 11th Jan. So we went to the store, but it didn’t look like there’s a sale going on. Inside we found out that there were some quite good offerings, like a free 250ml shower gel for a purchase of $50. We made our purchases $100, so each has the shower gel.
Later on we saw the real Body Shop sale, in the other side of the mall. Oh great. But the items’ price which we bought before are the same, so we’re quite relieved. After all, the sale area is crowded. Shopping in the store is much more comfortable. However, we managed to bought some things also.
So here are the items I’ve bought today:
- Vitamin E Lip Balm (SPF 15)
[do you know that the lip damages caused mainly by UV ray?] - Tea Tree Facial wash
[I'm getting pissed by these acnes] - Mini hairbrush
[I don't really need it actually, it's just to make our purchase $100 so we can get the shower gels] - Strawberry Shower gel
[for free!
] - Camomile eye make up remover
[to practice how to use eye shadows
] - White Musk body lotion
[a small bottle for only $2...hehe ] - 2 nail polishers
[for $10. nice neutral colour] - plus a body butter and a body scrub promotions
All for S$41.10. Oh great. Now who said that she will keep her money for Jason Mraz’s concert?
first day almost never the best
Iya nggak sih? Rasanya tiap kali hari pertama tuh selalu aja ada hal-hal yang nggak berjalan sesuai rencana. Jadi hari pertama gue di semester ini (Selasa, soalnya kan Senin gue baru nyampe) ada dua kelas, 2010 dan 2007. Kelas 2010 tuh jam 11.30. Siang banget kan, tapi gue terkena kompilasi nggak enak badan dari jakarta + kecapekan beres2 kamar + masuk angin jadi gue meskipun gue bangun jam setengah sembilan trus mandi etc, gue tidur lagi sekitar sejam. Jadi waktunya pas banget buat ke sekolah, setor duit ke bank, trus dateng lecture.
Nah sialnya, gue lupa itu awal semester, which is semua anak internasional juga baru pada dateng dan mau setor duit. Belom lagi ada anak-anak yang baru masuk semester ini jadi mau bikin account etc etc. Plus mesin cash-in lagi rusak (kok sering banget rusak sih tu mesin??). Jadilah gue ngantri panjang dan udah telat buat lecture (serem banget kan kalo duit satu semester dibawa-bawa begitu jadi ya harus disetor).
Ini salah satu masalah hidup gue: gue nggak mau telat lecture/tutorial. Daripada telat mending nggak dateng trus baru dateng ke jadwal yang lain (hal ini dimungkinkan oleh banyaknya komunitas EEE jadi jadwalnya juga banyak). Kalo ditanya kenapa, hmm gimana ya…gue nggak suka ketika orang lain udah duduk dan gue masih berdiri. Rasanya nggak nyaman aja.
Dan sudah bisa ditebak, akhirnya gue nggak dateng lecture 2010, yang menyebabkan gue kehilangan seminggu lecture karena hari Seninnya gue juga bolos. Yah nasib dah. Abis itu gue beli lecture notes ($20.50 dan itu belon semua karena nggak semua dijual) dan textbook buat 2002 ($41.60 dan itu tebelnya 2x Alkitab. buset). Gara-gara kata semua orang tu subject susah nan mematikan, yauda deh gue beli aja biar bisa bantu-bantu.
Lecture berikutnya, 2007, juga nggak gue hadiri. Kali ini alesannya nggak banget. Jadi kan gue daftar untuk suatu subject AAI185 (Musical Practice II) untuk memulai Minor of Music (semoga jadi!!). Nah subject ini ternyata ada audisinya, yang gue nggak sangka soalnya di Content of Courses ga ditulis ada audisinya. Hari Senin itu gue baru dapet email yang bilang kalo ada audisi di NIE3-2-14 THURSDAY jam 14.30. Gebleknya gue, gue salah liat dan mengira itu adalah hari SELASA alias TUESDAY (duh what happened to my English??) jadi gue dengan polosnya pergi ke NIE sampe ke depan tu ruangan hanya untuk menyadari bahwa gue salah liat dan telat lecture 2007 yang jam 14.30 (yang seperti biasa, gue nggak dateng akhirnya).
Malemnya gue rapat MDInya NTU-ISCF. Udah lama banget ga ketemu dan nggak ngomongin kerjaan, jadi seru juga apalagi ada kerjaan yang lumayan gede semester ini. It’s nice to work with you again, guys!
.
Hari kedua, yaitu hari ini, lebih mending lah. Gue udah rada baikkan setelah tidur belasan jam plus bombardir panadol kemaren. Bisa bangun lebih pagi, jalan ke kampus, beli lecture notes sisa, bahkan sempet sarapan. Yoi banget dah tadi pagi. Lanjut 3 lecture berurutan: 2005, 2002, 3002. And looks like emang 2002 tuh seserem yang diberitakan.
Sehabis itu pulang untuk makan di hall (di kantin kampus rame bgt) dan mendapati bahwa tumpukan surat-surat gue uda setebel hampir setengah jengkal, termasuk 5 tagihan SingTel yang tampaknya harus segera dibayar. Pulang ke kamar, ternyata jack Lance yang ke subwoofer rusak. Salah satu pin-nya bengkok dan nyatu sama yang lain (kayaknya gara-gara dipake camp ada yang nggak ngerti terus maksa colok aja). Jadilah gue berusaha ngelurusin pake obeng kecil dan apapun yang ada di kotak manicure gue. Thanks God berhasil dan Lance sudah berfungsi optimal lagi
. Sorenya pergi ke JP yang baru untuk pertama kalinya (telat abis ga sih), berhasil dapet CD The Corrs – Home yang 2nd tapi masih bagus, trus belanja Jacob’s, Oatmeal, yoghurt dan teh ijo buat resolusi hidup sehat
.
Besok ada audisi (duh!) dan rencananya sih mau ngota (akhirnya) buat beli sony mp3 player yang gue idam2kan. Yey! Tinggal bingung nyari nama nih. Maunya sih nama cewek. Depannya S for Sony. Dari tadi ngeliatin babynames.com tapi belon ada yang pas.
.
Moral of the story, gue harus banyak beradaptasi dengan hidup di NTU dan Singapura lagi. Dan lebih banyak menulis, soalnya ni post aneh banget menurut gue…haha
(2004)+(2003)(GV17)+(MB102) = done :)
Sebenernya pengen nulis ini kemaren segera setelah pulang dari bench. Tapi apa daya udah tepar banget
.
Puji syukur bagi Bapa di surga kalo gue boleh menyelesaikan minggu ini. Well okelah sekarang baru hari jumat, tapi buat gue sekarang gue udah bisa bernafas lega.
Apa sebab?
Gue baru saja mencetak rekor pribadi terbaru: menyelesaikan 4 exam paper dalam 3 hari berturut-turut.
.
Selasa, 18 Nov 2008
subject : 2004 [summary: binary logic, 010101, flipflops]
Bersyukur kalau gue boleh dikasih pengertian tentang subjek ini. Pada waktu gue mulai mugging untuk subject ini, sejujurnya gue hampir nggak tahu apa-apa tentang 2nd part. Gue nyaris nggak pernah dateng lecture nya. Kenapa? Soalnya menurut gue suara si lecturernya nggak enak didengar. (Oke alesannya nggak penting tapi emang gitu kenyataanya
)
Tapi di hari-hari mugging berat menjelang exam subjek ini, thanks God, Dia memungkinkan gue untuk mengerti bagian itu dengan cukup baik. Persiapan non-studi juga cukup oke. Gue masuk exam hall dan mengerjakan subjek ini dengan tenang.
Ohya pas exam gue lupa bawa penggaris!! Mati deh padahal kan disuru bikin tabel2 gitu…akhirnya pake matric card deh
.
Rabu, 19 Nov 2008
subject #1 : 2003 [semiconductor]
subject #2 : GV17 [singing class ^^ ]
Long story short, 2003 gue cukup hancur. Gue ngerasa kurang waktu persiapan, dan menurut gue ini juga karena dosa kesombongan gue. Gara-gara ngeliat past year paper yang lumayan gampang, gue jadi tergoda untuk menggampangkan subject ini.
Seperti biasa, Bapa selalu menghukum gue dengan cukup direct kalo dosa kesombongan ini. Herannya gue kok ga kapok-kapok…tetep aja sering terjatuh. Gue masih harus banyak belajar tentang kerendahan hati.
Begitu kelar, gue langsung balik ke bench. Sorenya ada exam lagi dan pasti nggak ada waktu untuk balik kamar, sekalipun gue merasa perlu kontemplasi. Akhirnya mesti kontemplasi singkat di bench. Buat yang kemaren ngeliat gue sempet nangis sebentar, tenang aja, makhluk melankolis memang susah menahan air mata. Itu nggak sebegitu desponya kok. Justru seperti yang gue pernah bilang, kalo gue nangis itu berarti gue masih bisa tahan.
Setelah makan siang, gue baru merasa lebih enak. Mengucap syukur padaNya kalo boleh dipulihkan dengan cepat. Meskipun cuaca nggak begitu bagus (ujan deres banget sampe tampyas ke benches plus angin kenceng nan dingin), tapi gue tetep bisa belajar dengan baik, dan sempet juga belajar sebentar bareng one of my Malaysian friends.
Exam ini cukup sukses, thanks God for Your gift to me in music. Secara umum, gue berhasil jawab semuanya, bahkan bisa keluar lebih awal dan ikut EPM sebentar. Yah meskipun ada juga yang mengarang bebas
Malamnya tepar, nggak kuat lagi belajar buat exam besok, baik fisik dan otak gue.
.
Kamis, 20 Nov 2008
subject: MB 102 [finance]
Memaksa diri buat bangun pagi dan langsung ke bench, meskipun ngerasa sedikit kurang sehat dan masih capek. Bersyukur untuk tidur yang nyenyak tanpa banyak mimpi.
Subject ini…hmm gimana ya, pokoknya gue bener-bener sebel deh. Sama seperti gue sebel banget di SMA gue harus belajar accounting. Disini gue harus ngambil at least satu modul Business & Management, dan kata semua orang, subject finance inilah yang cukup gampang dan banyak ngitung (nggak banyak teori).
Jeleknya gue, kalo gue udah memutuskan satu subject tuh nggak penting dan nggak ada pengaruhnya sama tujuan gue (ni subject kan ga ada pengaruhnya buat gue dapet degree gue dari EEE), gue nggak akan peduli sama tu subject.
Gue memang ngambil S/U option buat subject ini, tapi ya kalo nggak ngerti apa-apa susah juga…dan gue bener-bener slack untuk subject ini. Lecture cuma dateng paling 2-3 kali. Kalo tutorial sih dateng (buat sign attendance) meskipun pernah nitip juga.
Pokoknya susah deh belajar ni subject, terutama karena niat itu sama sekali nggak ada.
Bahkan gue sampe bingung mau doa apa. Gue ngerasa nggak pantes buat minta berkat selama exam biar bisa mengerjakan dan diberikan yang terbaik, karena jelas gue slack banget. Then how ar?
~~~pada akhirnya gue tetep nggak ngerti apa-apa. tapi yasudahlah…
.
Berkat dariNya memang nggak ada habis-habisnya, terutama gue rasain sepanjang 3 hari ini. Sesuatu yang seemed impossible at the beginning, tapi dengan penyertaanNya gue ternyata bisa melewati itu semua.
Thank you Father for giving me them, orang-orang yang menyalurkan berkatMu untukku: temen-temen yang ada di bench, yang nemenin gue belajar dengan joke-joke garing, yang encourage gue via sms setiap gue mau exam, juga yang ada nun jauh di dunia seberang sana tempat gue bisa cerita malem-malem, and my mum, who can always make things better and love me unconditionally.
I can do all things through Christ which strengtheneth me.
Php 4:13
.
2001
“You may turn your question paper and start writing.”
.
tick.tock.
.
Two hours later,
“Please stop writing.”
Gue seperti disentak, ditarik balik ke dunia nyata. Rasanya bubble yang membungkus dan melindungi gue selama dua jam terakhir tau-tau pecah. Merasakan nafas gue, merasakan detak jantung gue, merasakan dinginnya hall A, haus setelah nggak minum 2 jam, dan semuanya. Selama dua jam sebelumnya, gue seperti nggak ngerasain itu semua.
Gue liat answer sheet gue. Nggak selesai. I’ve lost 15 marks, at least. Gue rasa ini karena gue kurang disiplin saat ngerjain latihan. Memang gue bisa ngerjain, tapi gue nggak disiplin dengan waktu. Seharusnya gue ngitungin waktu juga saat ngerjain latihan.
Herannya I feel…satisfied. Gue nggak ngerasain gelombang kekecewaan kayak biasanya. Oke gue nggak bangga dengan apa yang gue kerjain. I know I could do a little bit better.
Tapi gue sungguh bersyukur untuk proses belajar untuk exam ini. Meskipun lecturernya ada yg nggak enak, tapi gue bisa ngerti konsep-konsepnya. The grade in your degree audit matters a lot, but your understanding matters a lot more.
.
Gue nggak mau berharap supaya cohort gue dapet nilai jelek sehingga dengan normal curve, gue bisa dapet grade yang bagus. Well deep inside, I did wish that. Tapi gue nggak mau gitu lagi. Gue bersyukur atas apa yang udah gue laluin. Dapet C pun gue gpp, karena gue merasa ngerti subjek ini.
Besides, kegagalan menurut gue nggak selalu berarti gagal beneran. Waktu tes masuk NTU juga paper math + phy gue nggak kelar. Tahun lalu, subjek Physics II, gue keluar dari exam hall dengan despo, tapi di degree audit ternyata bagus.
I’ve done (almost) my best, let God do the rest.
.
the LORD gave, and the LORD hath taken away;
blessed be the name of the LORD.
.
Job 1:21b
tick.tock.
.
tick. tock. tick. tock.
.
5 jam menuju exam pertama gue di 2nd year resmi sebagai anak EEE (dulu kan masih Common Engineering).
*ngecek jadwal memastikan exam bener dimulai jam 1pm*
Persiapan? Untuk subject yang ini, thanks God, lumayan mantep. Rekor pribadi, udah bikin hampir semua PYP yang ada di paket PYP yang dijual EEE club…tinggal 2 nomer lagi…mungkin mau dikerjain abis sarapan…
Untuk subject lain sih memprihatinkan persiapan gue. Hmm tapi let’s not worry about them now.
Persiapan diluar pelajaran?
Hmm…gue nggak mau percaya sama mistis, tapi gue suka memakai barang-barang yang sama untuk masa kritis macem exam, supaya gue ngerasa nyaman.
Contohnya, gue selalu pake jaket MB gue di exam hall. Alesan logisnya, itu tebel dan anget. Alesan yang gak terlalu logis, it feels like home.
Gue juga selalu pake dua bolpen yang sama.
Baca rangkuman yang gue bikin sesaat sebelum exam bikin gue sedikit lebih tenang. (Meskipun semua orang tau itu nggak ada gunanya).
Untungnya gue nggak punya kebiasaan untuk pake baju yang sama.
Ohya gue juga sedia coklat di tas kalau-kalau gue despo habis exam dan perlu pertolongan segera. Tapi kali ini gue memutuskan untuk nggak melakukan hal ini. Soalnya terkesan pesimis dari awal gitu. Jadi ya kalo nanti despo *amit2*, ya beli di 7-11 lah.
Diluar itu gue berusaha untuk hidup lebih sehat, sarapan, makan sayur, konsumsi vitamin C, makan buah. Tidur & mandi lebih teratur jam nya. Lebih banyak keramas biar kepala agak dingin.
.
tick. tock.
.
Gue bersyukur untuk perhatian dari temen2. Gue bersyukur nggak semua orang dijadiin ansos kayak gue. Pagi ini gue udah dapet 8 sms plus dari anak2 OG yang sebelumnya gue kirimin exam wishes. Plus dari nyokap
Isinya simpel, biasanya satu ayat untuk menguatkan dan satu kalimat menyemangati. Mungkin ayatnya udah pernah gue baca, mungkin kalimatnya udah basi. Tapi buat gue yang penting itu semua menyatakan perhatian. My friends care for me
. Thanks God.
.
Meanwhile, the clock’s still ticking.
4 hours 30 mins to exam.
.
Happy exam everyone!
.
tick. tock.
.
best lecturers so far, my version
Disclaimer: I will not write full names, only initials
.
- A/P LKG
The one who taught me Laplace Transform in Circuit Analysis (EE2001) He’s simply the best teacher. Too bad he only taught so little in the course.
- Ms LQ
The one who taught me GV17. A teacher who believes that learning should be fun. And she did make her module fun and relaxing
- A/P R
The one who taught me Electricity in Physics II (FE1002) - A/P KP
The one who taught me the first part of Semiconductor Fundamentals (EE2003) His enthusiasm makes the class never sleeps
- A/P GWL
The one who taught me the first part of Digital Electronics (EE2004) - Dr KCK
The one who taught me ADM 280 She made me enjoy learning history for the first time. Her module made me borrow three books from the library and work overnight for three days to finish my essay. - Prof NS
The one who taught me Laplace Transform and PDE in EE2006 He’s also very enthusiast and discipline. He’ll scold people who talk in his class. Also his lecture notes are very clear and understandable. - Mr KK (Adjunct Lecturer)
The one who taught me HP802. He’s very kind and never want to fail his students. He understands that most of us taking his module just to fulfill our elective requirement, so he helped us a lot to achieve average to good result.