NTU today
Pada pukul 14.05 terjadi mati lampu di Lee Wee Nam library level 4.
*berasa lagi di rumah (Jakarta) pake acara mati lampu segala*
Untung aja komputernya ga ikutan mati. Gue kira mati lampunya cuma sebentar tapi ternyata lumayan lama juga…swt.
Sekitar pukul 15.30 terjadi kebakaran di SPMS [==> eh maaphs. trnyata latian doang
]
itu pas gue mau nunggu bus buat pulang di busstop SPMS yang notabene tinggal nyebrang dari EEE.
Alarm kebakarannya udah heboh banget, tapi seperti biasa gue tetep santai (disini sering banget alarm kebakaran bunyi). Eh ternyata security & staf SPMS uda heboh2 gitu nyuruh semua orang keluar. Gue dibolehin sih nunggu bus tapi bete jg kyk orang aneh & sempet disuruh ikut ngungsi juga. Ya males aja ngungsi wong bukan skolah gue yang (latian) kebakaran ngapain gue ikut2. Jadi yaudahlah gue jalan ke busstop WKWSCI, lalu naek bus dengan tenang sampe rumah.
.
EEE : Electrical & Electronic Engineering
SPMS : School of Physical & Mathematical Science
WKWSCI : Wee Kim Wee School of Communication and Information
small things that brighten my day
Living in a foreign country by myself in my youth is really a blessing. Not just because I can get better education and meet more people, but also I can learn more about life, and how we should give thanks everyday.
Deep inside, I’m a very gloomy person. Although usually people don’t see me that way. I’m a pessimist, always look everything from the dark side. Always afraid to do something new. Afraid to face new people. Afraid of failure.
You know the times when rain falls quite heavily but with no thunder…that’s what I think about my day. It’s not completely dark, but the sun is covered by the clouds. It’s not freezing, but it’s cold. It’s not scary, but I just don’t want to go out.
.
But little by little, I realize that I’m not alone. Yes I live by myself, but I have my bffs, and mostly, I have Him as my Father. He who will always take care of me. And brighten my day through small, often unnoticed, things.
.
A funny cat picture that makes me giggling.
A nice talk and lots of laughs with friends.
Inspirations to write.
A satisfying lab session (finally).
A new nice song sent by a friend.
An opportunity to help a stranger,
and a thank-you smile.
A nice meal.
A funny youtube video that makes me laugh out loud.
An inspiring story from a friend’s blog
When I shuffled my playlist and the songs are just right to set my mood.
When out of a sudden, a guy whom I have crush on say ‘hi’.
When I lost something and unexpectedly I found it back in the corner of my room.
.
Those things are maybe small.
But those are the small openings in the clouds that cover my sun.
Those are the things that make pieces of sun rays reach my heart, and make it warm.
.
Thank you Lord, for Your small surprises.
berbanding lurus
I’ve finish the lab report for this lab. Dan lab reportnya berbanding lurus dengan lab sessionnya. Dengan kata lain, kacau banget! Parahnya, gue sampe banyak banget plagiat report punya senior, saking I have no idea what’s going on.
26 pages of bullshit
almost 5 bucks for printing cost (6 of the pages have to be printed in colour).
S$ 1.70 for binding cost
1 Academic Unit
yeah rite
sesi kontemplasi
Seharusnya sih gue bikin formal report (deadline in 20 hours). Tapi gatau gue lagi pengen kontemplasi aja deh kayaknya. Mungkin lagi mello mode, tapi ya nggak mello2 amat juga.
Oke. Jadi question of the day is: kenapa sekarang gue mau punya pacar?
.
Hayo buat apa coba? Berikut kira-kira beberapa alasan yang kepikiran:
Mau cari calon buat dinikahin?
Sekolah dulu lah yang bener. Masih 19 kan? Semester 3 aja masih terbata-bata. Masi ada waktu untuk ketemu lebih banyak orang. Target menikah kan 28. Santai aja…
Mau cari seseorang untuk cerita? Shoulder to cry on?
My mum and my bffs are the best. I can talk about everything with them.
Pengen diperhatiin?
My bffs are more than enough. Ditambah juga temen-temen lainnya. I’m lucky He put me in NTU, dimana orang-orang Indo punya bond yang cukup kuat.
Mau coba apa sih rasanya pacaran?
Udah pernah ngerasain. Dan duh, pacaran bukan sesuatu untuk dicoba-coba.
Ngiri karena temen-temen pada punya pacar?
Hahaha. Kalau mau jujur, ada sih rasa iri. Tapi be rational lah. Masa pacaran kayak ikut trend gitu?
Pengen digombalin?
Jujur, memang pengen (menurut salah satu temen gue, ini sifat Taurus. Bener ga sih?). Maksudnya digombalin ya dikasih kata-kata gombal tapi dimaknai juga lah
.
Dan lagi, banyak aja loh sisi negatif pacaran
- kangen+posesif+sakit hati
kalo udah bgini susah banget konsentrasi
- harus siap menghadapi perbedaan
perbedaan nggak selamanya salah, tapi biasanya susah dikompromi. - boros
tagihan telpon, biaya nge-date - tanpa sadar, suka nggak jujur terhadap diri sendiri karena pengen pacar seneng.
- terikat. less time with friends, biasanya.
Well at least gue kayaknya begitu
- frekuensi mello jauh lebih sering
- output volume air mata juga jauh bertambah
- suka stress kalo harus membaur dengan teman-temannya atau membantunya membaur dengan temen-temen gue.
.
Trus jadi kenapa donk gue sekarang pengen punya pacar?
Jawaban paling jujur,
gue nggak tahu.
Maybe I just want to be loved, even though I don’t know what love is.
I’m not waiting around for a man to save me
‘Cos I’m happy where I am
Don’t depend on a guy to validate me
I don’t need to be anyone’s baby
Is that so hard to understand?
No I don’t need another half to make me… whole
Don’t need to be on somebody’s arm to look good
I like who I am
I’m not saying I don’t wanna fall in love ‘cos I would
I’m not gonna get hooked up just ‘cos you say I should
Can’t romance on demand
I’m gonna wait so I’m sorry if you misunderstood
Natasha Bedingfield - Single
P.S: Gue tau ni post random banget. Kapan-kapan dirapiin deh kalo uda mulai dapet pencerahan
.big.spender.
I should stop spending. Really. Yesterday I finally went shopping. Shopping as in shopping for clothes, and I bought 2 items instantly. One is 50 something and one is about 30. Then I passed by Zara store and cannot resist the temptation to buy a bloody red shirt. Another 30 something.
Then I have to top-up my cashcard and my EZlink. Each for 20. Withdraw 40 from bank account for daily matters.
200 bucks in 2 days. I do have to stop spending.
Still 48 days in Singapore, and I don’t want to run out of money at the end.
updates
I managed to finish the abstract for techcomm just now, Thursday, 11.34pm. Waw. Well thanks God, and thanks to Sonia who answer all my sudden questions. Also thanks to Ovi, my dear friend now in South Korea, for the nice talk throughout the process (yes I was multitasking
).
My ADM presentation yesterday was not so good, due to my damaged throat & influenza. But I’ve done what I can. My apologize to my singing partner (he’s done a marvelous job, by the way). I hope that the teacher won’t grade me too low *cross fingers*.
Gotta sleep now. Gotta wake up early tomorrow to print the abstract.
.
.
OH NO! I forgot to do the sms task by my boss, Wawan. Sorry boss!
I’ll do it tomorrow morning!
DEADlines
- ADM presentation, Wednesday
- abstract for techcomm, Friday
status : 0% - various things for mentoring talk, Saturday
- LAB REPORT, next Monday
status : dunno le. 10 %? Well I hope so.
current condition : sore throat, which usually leads to fever. already feel dizzy. consumed 3 throces, vitamin C, and liters of water. and it gets no better.
current plan : sleep? but this sore throat is usually painful it makes me cannot sleep. study & make the report? cannot concentrate either.
i’m so dead. O Father, please help me.
panggilan hati
Tenang, ni post bukan mau curhat tentang pacar (ya jelas lah wong pacar aja gue gapunya *curcol*). Ini tentang masalah klasik pelajar, masalah jurusan.
Lha uda 2nd year kok baru ngebahas sih? Ada juga dibahas pas mau masuk kuliah donk.
Well, iya sih.
Tapi yaudahlahya kalo mau nulis ya nulis aja.
Memang ada apa sih dengan jurusan?
Hmm. Gimana ya mulainya. Kita mulai aja dari hal-hal yang menginspirasi gue nulis kali ini.
…
“Lo EEE kan ya? Gimana? Ngerasa ga cocok?”
“Kalo gue disuruh tebak jurusan lo, EEE is the last thing on my mind,”
“Tampang lo sih cocok-cocok aja masuk EEE. Tapi setelah ngenal lo, elo tuh bener-bener bukan anak EEE.”
“Kenapa lo nggak masuk ADM / language aja?”
“Lho kok masuk EEE kalo bukan panggilan?”
…dan lain-lainnya
EEE : Electrical & Electronic Engineering, jurusan dimana saya terdaftar sebagai mahasiswa NTU ADM : Art, Design & Media Language : ya bahasa lah ya
.
Pertanyaan macam ini entah kenapa agak sering ditemukan di sekitar gue akhir-akhir ini. Baik oleh bff-bff gue (bff = temen baek), orang yang gue kenal tapi nggak begitu deket, dan juga orang-orang yang baru gue kenal beberapa bulan ini. Entah kenapa seluruh dunia seakan sedang bekerja sama untuk ngingetin gue betapa nggak cocoknya gue di EEE. Betapa jurusan ini bukanlah panggilan hati gue.
Kalau mau jujur, memang menjadi seorang teknisi elektro bukan panggilan hati gue.
Jadi…kenapa pilih EEE?
Karena gue nggak tahu panggilan hati gue. Simpel kan? Gue nggak tahu apa yang gue mau by the time uda tiba saatnya gue harus memilih.
Jadi apa yang gue lakukan?
Gue menganalisis diri gue sendiri, dan menyusun fakta-fakta tentang gue.
- Gue benci pelajaran sosial macem ekonomi, akuntansi, dan sebel kalo harus ulangan sejarah.
- Business major is definitely out of the list. Gue bener-bener ga bakat, meskipun kata orang kalo orang cina (yg pure maupun heritage) pasti bisa dagang.
- Gue orang melankolis
- Gue anak IPA.
- Gue cukup suka fisika, dan lumayan bisa math (meskipun gak suka).
- Kimia dan biologi jelas bukan bidang dimana otak gue bisa bekerja dengan bagus.
- Bokap gue engineer banget, dan nyokap gue juga anak IPA meskipun akhirnya lulusan ekonomi.
- Science major is also out, meskipun gue sempet mempertimbangkan. Bayangan gue di lab all the time, ngutak-ngatik rumus, eksperimen sampe ribuan kali, dll bener-bener bikin gue ngeri. Apalagi kan biasanya scientist gagal ribuan kali dulu baru berhasil. Gue nggak sekuat itu kayaknya.
- Gue punya interest yang besar ke musik (baik vokal & instrumental) & visual art
- Gue sedikit berbakat di bahasa asing
- Di keluarga deket gue nggak ada seniman.
Yah jadi berdasarkan fakta nomer 1-8, gue mulai melihat-lihat daftar jurusan engineering, dan tentu mencari universitas juga. Ini terjadi kira-kira pas gue kelas 1 SMA. Yah nggak sampe se detail itu sih mikirnya, tapi roughly gue udah sampe tahap dimana gue meyakinkan diri gue sendiri kalo I was born to be an engineer (pas waktu itu gue juga lagi obses banget sama F1).
Trus kenapa elektro? Berdasarkan fakta nomer 6, jelas chemical / bio engineering nggak cocok sama gue. Pilihan tinggal elektro / sipil / mesin / material / komputer. Material kayaknya main di kimia juga, jadi nggak bisa juga lah. Komputer? Hmm…memang saat itu IT lagi lumayan booming sih, tapi kalo gue sih have no interest. Sipil? Entah kenapa selalu gue konotasikan dengan bikin jalan tol, dan nampaknya sih bukan gue aja. Mesin? Nggak ah. Bokap gue teknik mesin soalnya. Gue ogah sama.
Gue nggak berani ambil art dan sejenisnya karena fakta nomer 11. Emang sound silly, tapi gue yakin bakat itu faktor keturunan. Buat gue kalo lo gapunya bakat, apa yang lo pelajari ga bakal membuahkan hasil yang maksimal. Dan lagi, mending jadi engineer maksa daripada artist maksa…ya gak sih?
Sejak dulu gue pengen banget tinggal sendiri di luar negeri. Gue pengen bisa bebas. Oleh sebab itu makanya gue akhirnya pengen masuk NTU, ditambah lagi dengan fakta bahwa biasanya anak Indo yang ke NTU dapet tuition grant dari pemerintah, jadi kalo diitung-itung lumayan murah lah.
Sampe seterusnya, NTU seems like the perfect school for me. Di luar negeri tapi lumayan deket rumah jadi bisa sering pulang sesuai perintah nyokap. Biayanya reasonable. Ditambah lagi saat itu kan as you all know, gue lagi pacaran dengan seorang yang juga mau masuk sini.
And the rest…you know lah. I worked really hard to get into this university. I pushed my brain to do integrals and other A level stuffs. Kayaknya saking kerasnya belajar, gue sampe udah jarang kontemplasi tentang jurusan ini.
Setelah keterima, gue euforia. Nggak kontemplasi lagi deh. Gue udah yakin ini emang ini jalan gue, secara gue dimampukan untuk keterima dan dapet scholar.
Nyampe disini, gue juga masih enjoy. Euforia akhirnya bisa tinggal sendiri di luar negeri. Menikmati semua momen dengan teman-teman. Nyoba ini itu di negara baru. Pelajarannya berat, tapi quite manageable. Ketemu temen-temen baru yang asik. Intinya, gue seneng disini.
Memasuki 2nd year, barulah akhirnya euforia itu menghilang. Gue mulai berpikir lagi. Dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa emang bener EEE bukanlah panggilan hati gue.
…
So what you’re gonna do?
Oh nggak, gue nggak akan pergi ke OAS (Office of Academic Service) dan minta pindah jurusan. Soalnya toh gue juga sampe sekarang nggak tahu apa panggilan hati gue, dan gue terlalu takut untuk memulai sesuatu yang baru. Belom lagi takutnya kan bakal lulus lebih lama.
Gue udah memutuskan untuk stay di EEE. Tiga tahun lagi dan gue bakal dapet degree gue (amin!). Masalah kerjaan, toh kan nggak harus jadi engineer juga kan?
Gue nggak menyesal udah kesini. I’ve learned a lot, dan gue ketemu orang-orang yang luar biasa. Orang-orang yang, well mungkin nggak akan gue inget seumur hidup, tapi orang yang akan gue sekali-kali inget nanti dan akan gue cantumkan di list orang yang bakal gue undang saat wedding gue
. Intinya, gue menikmati waktu gue disini.
Dan gue yakin, kalo Tuhan memampukan gue untuk memasuki universitas ini, Dia juga akan memampukan gue untuk menyelesaikan masa pendidikan gue disini dengan baik.
Jadi apakah gue salah jurusan? Well tampaknya iya. Tapi yasudahlah. I’ve made my decision to stay
theme
I like this new theme! Kolom buat nulisnya gede banget jadi bisa pasang foto yg gede…trus lebi simpel gitu. Theme gue yang sebelumnya menurut gue agak terlalu ceria untuk orang se-gloomy gue, dan buat gue seharusnya apapun yang gue pilih menyiratkan sedikit personality gue…ya gak?
Theme ini lebih minimalis tapi rapi, meskipun saking minimalisnya gue jadi susah bedain batas antar post…hahaha. Ohya gue suka jenis tulisannya juga.
Yah gue harap yang baca juga suka
.
Theme ini sama kyk blognya Erland…tdnya gue mau ganti tapi yaudahlah secara gue udah suka theme ini…
another KCH challenge for class of 2011 (and 2009)
Yep. My batch, EEE class of 2011, again participated in KCH challenge this year as last year’s champion
. (And also our seniors, EEE class of 2009 as last year’s runner up).
Well for those non-EEE-NTU, KCH challenge is an annual event organized by EEE club (KCH is the initial of our chair). Basically the players just need to play some games, such as puzzle, sudoku, etc etc. Last year’s KCH challenge games was quite GJ (“gak jelas”) although it was still fun!
I think this year’s games are more exciting & challenging. Well done to SPOs!!
Last year the final consists of two Indo teams: class of 2011 and class of 2009. This year, three Indo teams participated : class of 2009, class of 2011, and class of 2012. Just how we love games
And again, the two teams in the final are Indo teams, which is my batch and class of 2012. And we’ve lost to them today
. But no worries lah, it’s just for fun. And besides, we still got free McSpicy.
Oh and one more thing. Thank you so much to our professor today, Prof GWL. It’s really nice to work with you. And we hope you had fun as much as we did

.
PS: this year the commitee didn’t give medals to the winners. I’m glad we won last year
