livergirl


pikiran gue lagi nggak pada tempatnya

Maksudnya, entah kenapa 2 hari ini gue ngerasa kayak orang linglung gitu…

Kemaren gue ada quiz business finance. Dari pagi gue coba baca-baca lecture notes & textbook, tapi ga ada yang masuk. Dan gue sering banget ngerasa ngantuk. Both tutor 2001 & 2006 kaga konsen sama sekali. Parahnya lagi, gue ketinggalan financial calculator! Jadi akhirnya gue balik lagi ke hall cuma buat ambil itu calculator.

And my quiz is screwed. Hahaha…

Hari ini, kembali gue ketinggalan sesuatu. Yang ini lebih parah, soalnya gue ketinggalan…dompet! Untung ada dompet koin jadi bisa beli coklat menjelang presentasi TechComm (as usual, I need sugar rush :wink: ). Jadi mesti pulang dulu, ambil dompet, terus ketemu orang buat bayar kaos German Soc.

Setelah itu, tampaknya keadaan udah oke. Ikut tutor 2004 (nyalin) dan lecture 2006 yang miraculously, gue rada ngerti. Hmm mungkin Prof LKS is not that bad :P

Eh ternyata….gue ketinggalan lagi! Kali ini katalog MDI-ISCF. Gue sama sekali lupa sampe bos gue, Wawan, sms suru bawa. Mati dah. Mesti balik lagi ke hall, trus ntar ke tempat PU di south.

Puncaknya, HP gue ketinggalan pas gue berangkat PU.

.

Padahal gue nggak ada pikiran loh. Okelah semua orang stress exam, tapi gue nggak segitunya ah. I mean gue lagi nggak ada problem serius yang sampe dipikirin all the time gitu. Kenapa gue sesusah ini ya buat konsen? Ada saran suatu produk (makanan) untuk dikonsumsi? Atau mungkin gue kekurangan suatu mineral?

Rada urgent nih. Exam’s coming. Gawat kan kalo tau2 lupa bawa kalkulator ke exam hall?? Duh amit amit deh…*coycoycoy*


narsis :p

created using photofunia. lucu ya…hehehe :wink:


argh!

Name ASTRID AMELIA Programme ELECTRICAL & ELECTRONIC ENGINEERING Year 2

Exam Date Exam Time Course Venue Seat No.
12-NOV-2008 1300-1500 EE2001 HALL A-Foyer, B1, Nanyang Auditorium 125
18-NOV-2008 0900-1100 EE2004 HALL A-Foyer, B1, Nanyang Auditorium 109
19-NOV-2008 0900-1100 EE2003 HALL A-Foyer, B1, Nanyang Auditorium 388
19-NOV-2008 1700-1900 GV17 HALL B-Exhibition Hall, Level 3, Nanyang Auditorium 742
20-NOV-2008 1700-1900 MB102 HALL A-Foyer, B1, Nanyang Auditorium 456
25-NOV-2008 0900-1130 EE2006 HALL A-Foyer, B1, Nanyang Auditorium 144

happy exam

Ahh…akhirnya kelar juga exam visit kali ini. Yep, semester ini gue kembali ikut jadi exam visitor, yang tugasnya ngedatengin anak-anak ISCF buat kasi goodies dan ngedoain.

Cuma itu kah?

Well, nggak lah. Kita juga sharing-sharing dan menceritakan pergumulan-pergumulan kita menjelang exam dan juga pergumulan di IA (internship).

Sounds boring.

Eits. Nggak tuh. Justru cukup seru menurut gue. Dan fun. Dan somehow enlightening.

Diingatkan kalau exam tinggal 2 minggu lagi.

Dikuatkan untuk menghadapi hari-hari kedepan yang berat dengan keyakinan penuh kalau Tuhan beserta kita :)

.

Aku bersyukur untuk hari ini ya Tuhan.
Kau berikan aku kesempatan untuk berkumpul dengan saudara-saudaraku
Kau berikan aku kesempatan untuk berbagi dan bercanda dengan mereka
Kau berikan aku inspirasi untuk makin mempersiapkan exam

Tak lupa aku bersyukur atas goodies yang kuterima :)

.

Happy exam everyone!!


just for laughs

this article is damn funny :lol: . taken from http://www.amychavez.addr.com/news/diet/index.htm

.

Japan: Where every day is a diet

It’s the holiday season and on my planet, the United States, that means people are preoccupied with how to stay slim during this season of indulgence. Magazines typically feature articles on how to burn calories by doing ordinary things — such as walking to the mailbox instead of driving, or by choosing the 500-calorie Chocolate Drummer Boy Mousse over the 600-calorie Maraschino Kwanzaa Double Delight.

But the U.S. could learn a lot from Japan, where even the foreigners are slim. This is because in Japan, every day is a diet. Did you realize, for example, that opening those heavy doors at the Daiei department store burns 100 calories? And that doing “mawasu” for a free gift at the shopping mall uses up to 50 calories each time you crank the wheel? Buying a hot canned drink from the vending machine just to keep your hands warm while you wait for the train uses 129 calories!

Consider the following everyday activities and calorie expenditures:

Running for the train:

  • 500 meters = 100 calories;
  • 1,000 meters = 200 calories;
  • all the way from your front door = 500-plus calories.

Laughing at Japanese English: 500 calories per day.

Assembling wheels on your “o-furo” so you can be mobilely warm: 750 calories.

Reading the “kanji” characters on the flyer that says your bike will be removed if you don’t move it. Calories determined according to your Japanese proficiency:

  • Japanese Proficiency Test level 1 = 100 calories;
  • level 2 = 200 calories;
  • Level 3 = 500 calories;
  • Level 4 = 2,000 calories, including the time spent considering all the things the flyer MIGHT say.

Thinking about studying Japanese again: 100 calories.

Seriously considering studying Japanese again: 200 calories.

And don’t forget calorie-burning holiday activities:

Making mochi: Wielding the mallet = 2,000 calories. Chewing mochi = 500 calories. Choking on mochi = 800 calories.

Making Christmas dinner: You’ll burn lots of calories unwrapping ingredients such as single lemons, individual celery stalks and even bottles of mayonnaise. After you have hauled all the wrappings out to the curb to the designated trash corner, you’ll have burned 500 calories before you have even started cooking!

Explaining the meaning of Christmas: 200 calories.

Trying to explain to your parents via an overseas phone call why Buddhists celebrate Christmas with more vigor than Christians: 250 calories.

  • Singing karaoke: 100 calories.
  • Singing bad karaoke: 300 calories.
  • Singing Christmas carols that have been stuck in your head since early November: 150 calories.
  • Listening to bad karaoke: 500 calories.
  • Listening to bad street musicians with tambourines: 800 calories.

Complaining about gaudy Christmas lights and illuminations: 150 calories per day. After Dec. 20, add an extra 100 calories a day as the stress builds up to Christmas day.

Looking at the Kobe “Irumination”: 200 calories.

Deciding which free calendar to use for the next year, the traffic safety calendar or the Kirin beer calendar, = 250 calories.

Attending “bonenkai” parties. With all the drinking at these end-of-the-year parties, you would think you would gain weight, but the Japanese figured out long ago that mixing beer, sake and “mizu-wari” actually saves calories because the whiskey sets fire to the other calories and burns them up. Thus, you can come back from a bonenkai party having gained zero calories. Unless you get so drunk you throw up. In that case subtract 2,000 calories.

If you don’t drink whiskey, it’s still easy to find out how many calories you’ve gained on any specific night out drinking. Simply figure the calorie count using the same formula the Japanese government uses to calculate your national health insurance premium.

Walking home from bonenkai parties = 200 calories. Staggering home = 400 calories.

Another option is to take the bus home. Ryobi bus now offers a “Bonenkai Bus” that runs until 11 p.m. Think of how many calories those people are going to spend trying to find the bus, especially if it’s moving.

.

I love the singing karaoke part :razz:


akhirnya bisa nonton liverpool lagi :)

I’m so excited!! I haven’t seen LFC for eons and now finally I can watch their match against Chelsh**. Thank you tvu! ^^ I didn’t expect that the streaming will work, but thank God it works smoothly :D

It’s an away match for them, so logically it’s not an easy game to gain 3 points.

You’re in my prayers, boys. Just do the best. Play with your heart.

And you’ll never walk alone :)

90 mins passed

and they won 1-0 by Xabi’s goal.
breaking Chelsea’s unbeatable (EPL) record at Stamford Bridge for more than 4 years.

just like the commentator said:

Liverpool had been solid. with the capital S

Well done Rafa & Stevie G!!
so happy :mrgreen:


mari merenung

Alkisah, ada seorang gadis buta.

Gadis ini membenci semua orang, termasuk dirinya sendiri. Ia merasa tidak dimengerti, ia merasa terkucil, yang dilihatnya hanyalah kegelapan.

Satu-satunya orang yang tidak dibencinya adalah kekasihnya. Pemuda yang sangat baik dan tulus, yang mau menerima kekurangan gadis itu, mau membantu dan menjaganya.

Suatu hari pemuda itu meminta kesediaan gadis itu untuk menikahinya.

Gadis itu menjawab, “Aku hanya mau menikah jika aku bisa melihat,”

.

Singkat cerita, ilmu kedokteran semakin canggih, dan kemungkinan bagi gadis itu untuk melihat bertambah besar. Maka ia pun memutuskan untuk menjalani operasi.

Operasinya berjalan dengan amat sukses, dan gadis itu bisa melihat lagi.

Pada saat ia akhirnya bisa melihat, si pemuda berkata,

“Kau sudah bisa melihat sekarang. Maukah kau menikah denganku?”

Gadis itu menengok, dan betapa terkejutnya ia, karena kekasihnya itu ternyata buta.

Ia berkata, “Tidak. Aku tidak akan pernah mau menikah dengan orang buta! Aku tahu bagaimana rasanya menjadi buta!”

Pemuda itu tertegun. Tersentak. Terluka sedemikian dalam.

Pemuda itu tak bisa berkata-kata. Ia hanya mengambil secarik kertas dan menulis,

“tolong jaga mata saya”

.

[Ilustrasi ini diberikan siang ini di akhir kotbah Pr Chandra.]

.

.

Kalau anda merasa perih ketika membaca cerita ini,
Kalau anda merasa marah dengan kelakuan si gadis
Kalau anda bisa berempati sampai anda bisa merasakan sakit hati si pemuda

coba kita renungkan
betapa kita seringkali telah menyakiti hatiNya.
Dia yang telah memberikan bukan hanya mataNya, tetapi nyawaNya.


saturdays

I woke up very late today. And slack all day. On Saturday.

For the first time this semester.

No more German courses
No more ICN practices
No more mentoring events

I have time to wash my hair during my morning shower.
My hair feels great now.

It feels good.
It feels really good.

This is how my Saturdays should be.

:)


stress tahap awal?

Ketika saya menghitung hari
Exam hanya tinggal dua puluh hari
Empat ratus delapan puluh jam lagi

Pantas library & bench sungguh ramai
Dipenuhi pelajar yang mencoba mengerti
Bagaimana menghitung frekuensi
Berapa banyak energi
Apa pengaruh induktansi
Dengan mengacu pada teknik differensiasi
Untuk menganalisis sirkuit ini

Dua puluh hari yang tersisa
Untuk mengerti ini semua
Sirkuit, semikonduktor, digital, dan matematika
Semua yang membuat saya gila

Namun inilah pilihan saya
Untuk belajar dan menjadi seorang sarjana
Mencari tambahan “B. Eng” di belakang nama saya
Membanggakan dan membahagiakan orang tua
(Semoga) kelak berguna bagi sesama

Ah kenapa saya berandai-andai
Mengkhayalkan sesuatu yang belum pasti
Mari kita berpikir untuk waktu-waktu ini
Bukankah exam tinggal dua puluh hari lagi?

.


as.ta.ga

Di wordpress untuk bahasa Indonesia, salah satu situs yang paling terkenal (sampe masuk blog of the day peringkat #47) adalah situs tentang informasi beasiswa.

Dan salah satu top post nya adalah tentang beasiswa ke NTU untuk undergraduate. Post itu pendek aja, dan menurut gue nggak terlalu lengkap, secara mereka ngasih link ke website NTU bagian scholarship, walaupun mereka ngasih email yang adm_intl@ntu.edu.sg buat yang mau tanya-tanya.

Beberapa waktu yang lalu (udah agak lama sih) gue pernah drop comment disitu. Intinya ngasih link untuk ke web NTU yang scholarship. Sekarang linknya gak jalan sih, kayaknya gara-gara waktu itu kan NTU ngerombak websitenya. Waktu itu gue nggak liat-liat comment-comment sebelumnya.

Pas gue ngliatin comment2 yang lain, gue ngerasa…miris. Ada orang-orang yang sampe curhat tentang kehidupan mereka yang nggak mampu dan pengen banget beasiswa. Dan kecewa. Kenapa? Karena banyak comment2nya semacem ini:

tolong persyaratan & informasinya yang lengkap dikirim ke e-mail saya

(mungkin 90% commentnya seperti ini. Diawali dengan intro singkat dan biasanya diakhiri dengan terima kasih.)

tapi ada yang seperti ini:

tolong dibalas ke email saya..SECEPATNYA!!!

please replay my comment!!

(yep betul ini sesuai aslinya. tanda seru dan inggris yang salah. gue copas doang lho.) bahkan ada yang seperti ini:

ei ***** if u jelasin yang lengkap donk,masa depan guwe dipertaruhkan nih.

(asteriks-nya menandakan kata kasar lah pokoknya. jumlah asteriks tidak menandakan jumlah karakter pada kata sebenarnya.)

.

Astaga. Gue nggak bisa berkata-kata deh. Begini ya mental orang Indo? I mean, gue bersimpati sama orang-orang yang kurang mampu untuk sekolah di luar negeri. Tapi kalo emang butuh dan niat cari beasiswa, ya cari info sendiri dong. Iya nggak? Gue cukup yakin orang yang bikin itu situs juga males email infonya ke alamat email mereka.

Padahal selain gue, udah ada 1 orang lagi yang mencoba membantu dengan ngasih link ke situs pintusingapura. Dan ada 1 orang lagi yang bahkan cukup vokal dan menyarankan orang-orang untuk aktif dan kalo ada pertanyaan disuruh email ke adm_intl.

Dan kalaupun link yang dikasih belum cukup, kan bisa di search di google? Kalau mereka bisa comment di blog, gue yakin mereka bisa buka www.google.com . Kalo cari info pendidikan aja males, gimana pendidikan kita bisa maju?

.

Jadi inget post gue dulu yang ini. Tentang gue yang kecewa dengan seseorang, salah satunya karena kelakuan dia yang mirip seperti ini. Yah ternyata banyak orang Indo yang kayak gitu *sigh*