livergirl


two done

Today I’ve passed two out of four CAs this week. The logic one (Digital Electronics) and the semiconductor one. They weren’t perfect, of course. I ran out of time in the logic quiz (it was a 10-essay-questions with 50-mins time limit) and I cannot answer one question in the semicon quiz.

But after all, I’m glad. I did not walk out the tutorial room with desperation. I knew that I’ve done my best, or almost my best.

I took a long nap after the quizzes. Dunno why, but I felt very sleepy. Maybe because I’ve pushed my brain to the max? Well hope so.

Thanks be to God for His blessings and guidance today.
Glory be Thy name :)


a reminder

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa di post gue yang sebelomnya gue bilang gue “menyaksikan dahsyatnya kekuatan doa”.

Well maybe some will call me freak.

Ini karena gw melihat sang juara keempat, seorang Jerman berinisial TG.

Memang apa yang dia lakukan?

Dia finish keempat dari posisi ke-tujuh.

So what? Sang pemenang start dari posisi ke-lima belas! Lebih fenomenal kan?

Yeah memang. Sang pemenang malam itu memang brilian dan konsisten sehingga ia mampu mengangkat trofi kemenangan itu tinggi-tinggi.

Tapi ada sesuatu yang membuat gue kaget, dan tersentuh.

Pembalap berinisial TG itu berlutut merendah,
terdiam,
dan berdoa,
sebelum masuk ke dalam mobilnya.

So?

Gue tersentuh, dan gue malu. Dia yang seorang pembalap kelas atas, kaya, dan terkenal, tapi tetap ingat untuk merendah dan memohon padaNya sebelum melakukan sesuatu. Berapa kali gue terlupa dan merasa bisa melakukan segala sesuatu dengan kemampuan gue sendiri?

Gue malu. Sering gue lupa bahwa tujuan gue melakukan segala sesuatu adalah untuk memuliakan Dia.

Atau kalaupun gue inget untuk berdoa, doa itu diucapkan dengan asal-asalan. Cuma untuk formalitas. Padahal apakah Tuhan perlu formalitas? Yang Dia mau hanya hati yang penuh penyerahan.

Gue telah diingatkan. Untuk selalu menyadari bahwa segala dalam hidup gue adalah untuk Dia. Untuk merendah di hadapanNya.

Si Jerman berinisial TG tidak kenal saya. Dan nggak akan pernah kenal tampaknya.
But I just want to say thank you…to remind me.


Singapore, 280908 : the race!!

Yak udah lama banget gue nggak nge-blog. Alesan? Sibuk lah…dan nggak banyak yang bisa diceritain juga, kalo menurut gue. Dan memang ada beberapa hal yang membuat gue agak down dan males.

Nah terus sekarang kenapa nulis lagi? Udah nggak sibuk?

Yah nggak juga sih. Masih sibuk. Empat midterm masih menanti. ICN uda kurang dari seminggu lagi. Gue masih super sibuk.

Lho kok?

Soalnya gue baru dari suatu event yang menurut gue harus diceritain, kalo nggak sekarang-sekarang ini pasti sebentar lagi lupa

Ohya? Event apa sih?

Baca aja deh :wink:

.

.

So, hari minggu gue seperti biasa diawali dengan gereja pagi di GPBB. Berhubung masih bulan keluarga, tema hari ini adalah “Istri Bijak”. Nggak applicable buat mahasiswa :( . Sehabis itu makan siang di deket gereja bertujuh. Abis makan malah nyaris kesasar di kompleks penuh HDB gitu…swt.

Pulangnya gue langsung ke kota. Mau pergi nonton 2008 F1 Singapore Grand Prix di Marina Bay Street Circuit, bareng 3 temen. Setelah bertahun-tahun cuma bisa nonton di TV dan memendam obsesi tersendiri terhadap teknologinya, akhirnya gue bisa juga dateng kesitu.

Kalo soal nonton beginian, gue emang cukup kiasu. Ato cui? Soalnya gue mau nonton se-depan mungkin karena gue uda beli tiket mahal-mahal. (Itu tiket yang paling murah, tapi buat gue itu udah pengorbanan berat).

Gue nyampe di City Hall sekitar jam 1 pm. Ke toilet, ganti celana pendek, trus jalan deh ke Marina Square soalnya Rhesa mau masuk dari Gate 7. Kita ke McD diskusi mau nonton dimana sambil nunggu 2 temen yang lain.

Sekitar jam 2, akhirnya kita bisa masuk. (Hiks, tiketnya dibolongin :cry: ). Di dalem udah lumayan banyak orang lalu lalang. Karena kita beli tiket walkabout, kita bisa nonton dari berbagai tempat, tapi ya harus berdiri dan berdesakan dengan orang-orang, jadi kita mesti dari awal cari tempat yang enak.

Kalau melihat peta sirkuit, ada 2 tikungan yang berdekatan, yakni Turn 8 dan Turn 14. Daerah di sekitarnya tampaknya tempat yang strategis untuk melihat. (Kalau nonton balapan, jangan pernah nonton di trek lurus, kecuali start/finish line.) Menurut gue sih yang paling enak tuh di Turn 14, dimana pembalap harus belok cukup tajam selepas jembatan.

Yah tapi apa daya, di sekitar situ tempatnya nggak friendly buat orang walkabout. Nggak terlalu kelihatan. Tapi bersyukur gue berhasil melihat satu spot yang asik di Turn 8. Tempatnya beberapa meter sebelum tikungan, jadi semua mobil pasti ngerem dan kita bisa ngeliat jelas mobil apa itu. Dan di belakangnya ada bigscreen. Jadi selepas melihat mobil yang lewat, kita bisa melihat perkembangannya lewat TV di belakang.

)

See the light blue spot on the mid-left side? We were there :)

Kita baru dateng ke spot itu lagi jam 4 lewat gara-gara makan dulu di McD Marina Square. Waduh, udah ada orang yang nge-hog tempat paling depan. Yaudalah. Berdasarkan pengalaman, carilah orang yang kira-kira nggak siap untuk nonton, lalu pepet deh (berdiri deket di belakangnya). Untung nggak lama sesudahnya, 2 orang pergi, jadi gue & Tepen bisa nyelip di paling depan. Pada akhirnya, bisa juga kita berempat dapet di paling depan. Sekitar 2 meter dari sirkuitnya. Yay :D

Race dimulai jam 8 pm, saat Singapur memang udah gelap. Dari atas, sirkuitnya kelihatan bagus banget. Seakan-akan jalannya bercahaya gara-gara lampu yang dipasang rapat di kiri-kanan jalan. Di dalem sirkuit udah kayak siang. Keren.

Jam 8 kurang, kita pake earplugs, lalu mulailah mereka warm-up. I made a video, soalnya mereka masih belom terlalu cepet. Setelah satu lap, mereka baris di starting line, and so the race began :!:

.

Apa kesannya nonton F1?

Well, seperti yang semua orang bilang, memang lebih baik nonton dari TV, soalnya kita bisa melihat lebih banyak detail yang terjadi.

Nyesel dong bayar tiket mahal-mahal?

Nope. Absolutely no. Okelah memang capek banget berdiri berjam-jam. Okelah nggak nyaman banget posisinya. But the experience…it’s priceless :)

What experience?

Mendengar mesin meraung-raung
Merasakan jantung berdegup keras saat mereka berbelok
Merasakan aspal di bawah kaki sedikit bergetar saat mereka lewat
Melihat mobil-mobil canggih mengkilap itu dengan mata kepala sendiri
Kebersamaan dengan orang-orang yang bahkan nggak gue kenal dengan interest yang sama
Bersorak-sorai bersama saat sang idola berhasil melewati rintangan
Berseru kecewa bersama saat sang calon juara broke down

Being part of the history : the first ever night street race
Menyaksikan dahsyatnya kekuatan doa
Melihat betapapun sang calon juara dicobai diterpa masalah bertubi-tubi, Tuhan masih melindungi raga & nyawanya
Simpelnya, melihat keajaiban

…priceless

Tahun depan nonton lagi dong?

Absolutely no…money. :razz:
Maunya sih tahun depan jadi volunteer atau official lah. Untuk cari pengalaman. Dan melihat kalau-kalau obsesi itu masih ada. Tapi yang jelas gue nggak akan beli tiket untuk nonton F1 lagi for the next 5-6 years. For now it’s enough.

.

For photos click here


(at the end, it’s a) good day

You only need 2 things to brighten your maybe-the-worst day: good friends and good food.

Yeah I’ve just realized how those things make a difference. How a few extra dollars and a few hours late can make me really enjoy this day. How precious a good conversation is. How a few extra glucose (okay maybe not so few) can make me more cheerful.

Thanks God for today :)


cheerful fridays

These weeks I started to like my Friday mornings. Well I still hate the wake up early part, but I really enjoy my 0930am class, which is Technical Communication. Doesn’t mean that I love the subject, but I do have a good time during the class because of my group-mates. They’re hilarious!

There are 5 of us, 2 Indonesian girls and 3 Malaysian guys. The other Indo is Sonia. We formed the group based on our seating on the first day :mrgreen: . At first there are only the two guys. They seemed so serious at that time. We didn’t talk much, only about the assignments.

Then comes the other guy, because the tutor said there are already too many groups in the class. This guy, I must say, is a real joker. A very spontaneous one. That’s when the fun begins. Suddenly all of us throwing jokes so easily, and the hardest thing to do during the class is to hold our laugh. :D

I’m really glad that all of us are not taking this subject seriously. Well, it’s a core subject, but in Comm modules, it’s almost impossible to get an A. You have to be very KS. If one of your group mates is a KS one, then all the other members will be a little KS too, because almost all of the projects are group-based.

Just now we’ve finished the e-tutorial. It was quite stressful at first because the schedule seems so tense, but then, the ‘joker’ start to make us laugh, throwing jokes about the tutor and Malay words, which is similar to Indonesian but in the same time, different also. At the end we laughed out loud (because I was still in my room). :lol:

.

To all, thank you for all the enjoyment in my fridays :)


:angry:

Satu lagi cerita untuk hari ini. Gue rada sebel sama salah seorang acquaintance gue. Nggak cuma rada sebel sih, yang jelas gue cukup marah sampe nulis di blog.

Jadi begini ya, ada suatu saat dimana gue diharuskan untuk bertingkah gila. Sesuatu yang nggak gue banggakan. Ya gue mello gitu…itu bukan nature gue untuk berbuat seperti itu. Gue prefer untuk nggak pernah membicarakan saat itu untuk selamanya. Serius. I hate those moments.

Trus tu orang dari kemaren menggembar-gemborkan bahwa dia akan mempublikasikan videonya di internet. Dan gue udah memperlihatkan tanda-tanda nggak suka. I mean, duh! That’s me on the video, and who the hell are you to publish it?!

Satu lagi, dia tuh bahkan bukan temen gue. Dia temennya temen gue. Temen gue itu juga dipublikasiin videonya, sih. Tapi kalo emang temen deket ya gue masih maklum. Misalnya aja mami ato nete publish tu video, gue masih agak oke. (Tapi gue tau mereka ngerti gue nggak mau digituin).

Ya intinya gue sebel aja. Apa hak dia untuk melakukan itu kalo gue nggak setuju?

.

(I’ve deleted some lines concerning ethic issues. Diharapkan skarang lebih netral.)


a goodbye and an all the best

Gue agak sedih hari ini. Ya ga sampe segitunya juga sih. Kadarnya kecil. Ga sampe despo gitu kok.

Jadi tadi tutor 2001 gue mengumumkan kalo dy bakal kluar dari NTU dan tadi tuh tutorial terakhir dia.

Kenapa gue sampe sedih?

  • Soalnya beliau tuh tutor terbaik gue semester ini. Jelas neranginnya, dan memacu sekelas buat ikutan mikir. 3 tutor gw yang lain (core subjects) kacau smua.
  • Dia care sama kelasnya. Ramah juga. Bukan tipe tutor yang naro jawaban di OHP dan nerangin roughly doank dengan buru-buru dan bahasa yang sekilas bukan bahasa inggris (OC doang sih, tapi kan banyak tutor OC).
  • 2001 tuh modul Circuit Analysis. Salah satu pelajaran susah yang paling fundamental untuk 3 tahun kedepan. Harus ngerti banget deh untuk modul ini. Gue butuh tutor yang bagus dan jelas, seperti tutor gue yang itu.
  • Tadi dia memperkenalkan penggantinya…oh no, gue positif itu OC. tidaaaakkkk!! :(
  • gue sempet mikir untuk minta tutor gue itu jadi supervisor FYP gue…hehehe…random abis ya gw? Year 2 aja masi susah payah mo survive…
  • kemungkinan besar gue harus ganti tutorial group. Harus mau repot nyari-nyari tutor mana yang enak.

Hiksu.

Tapi ya mau gimana.

Goodbye and all the best aja deh, Prof…


to my little sister

Happy belated birthday!

Waw, fourteen years! Time sure flies. How’s life for you? I hardly remember those times when I was fourteen, but I think life was sucks at that time. Well, of course you know when that thing called puberty came :lol:

Well yes I know I’m not a good big sister, I’m too cold and insensible. I’m sorry for that. But I do hope that I can be there for you when you need me. Life is tough, but it’s the toughest when you have to face it alone. So that’s why you have an older sibling :wink: .

Keep holding on only to God. Enjoy your days with good friends. Make peace with your enemies (okay I know it’s damn hard but I have to say it in your bday wish…hehe). Study hard. Reach your dreams. That’s all you need to live your life.

Enjoy your special day. This day won’t come twice.

Again, happy birthday!


die Letzen Tage

Earlier today I went to German Society Movie Screening. Well actually I was quite bored because like all the German movies I’ve seen before, the film is about people’s life in Nazi times. They were trying to hold on to their idealism. (Usually they were unsuccessful and executed).

The title is “Sophie Scholl, die letzen Tage”. It’s a good film actually. Sophie was a very tough girl, she refuse to tell the names of her friends (who helped her in anti-Nazi movement) till the end. In her final days, she also relied completely to God (she’s a Protestant).

This film also made me think, what if I were her? What if I wanted to fight for my idealism, my religion? Will I die for it? Will I be that tough? What if I’m facing my last days? Will I question my faith?

Good question.

.

Anyway if anyone of you interested in German people’s past life in Nazi era, this is a movie I will recommend. :)


how you’re doing, Liverpool?

Gue luar biasa kangen nonton dan merhatiin Liverpool lagi. Kangen melihat lautan merah itu bersorak gila-gilaan kalo ada gol. Kangen melihat ekspresi para pemain yang dengan bangga dan sukacita memakai kostum merah itu. Kangen melihat the big boss Rafa memberi instruksi tanpa ekspresi. Ingin merasakan apa yang mereka rasakan saat 90 menit laga itu.

Sekarang?

Ya ampun, gue bahkan tahu berita mereka menang dari MU setelah hampir sehari setelahnya. Dan ketika gue baca reviewnya, gue bahkan nggak tahu beberapa nama yang jadi starting line-up (pemain-pemain baru gitu). Liga Champions uda sampe mana juga gue nggak tahu. Astaga.

Tapi ya mau gimana. Urusan diri sendiri aja nggak kelar-kelar.

.

Year dua memang bikin gila.