livergirl



being a GL

Group Leader
a.k.a GL, adalah orang-orang yang dipilih untuk memimpin Orientation Group (OG) pada Get Together Day (GTD).

As simple as that. Tapi definisi sesungguhnya dari GL jauh lebih rumit daripada yang tertulis diatas. GL bertanggung jawab atas semua freshie (freshmen) yang ada di OG yang dipimpinnya selama 4 hari GTD. GL juga pengatur mood OG. Mereka harus tampil ceria dan excited. Harus siap sedia memimpin cheers.

GL pula yang simply mengatur semua performance yang dimainkan OGnya, baik introduction maupun junior performance, yang dimainkan seluruhnya oleh freshie.

Waktu gue pertama kali mendaftar jadi GL, sama sekali nggak kepikiran oleh gue kalo jadinya bakal serumit ini. Sewaktu gue freshie, gue beruntung dapet OG yang asik. Bahkan sampe dapet gelar terkompak. Itu semua memacu kita (para freshie kali itu) untuk berpartisipasi pada GTD selanjutnya. Ada yang menjadi Project Officer (PO), Logistik, dan lain-lainnya. Tiga dari kami menjadi GL.

Buat gue, beban GL yang paling berat bukanlah fisik ataupun sakit leher akibat teriak-teriak seharian. Beban GL buat gue adalah beban mental untuk menjadi sosok GL yang di-expect oleh semua orang. Kita harus selalu ceria dan excited. Ketika semangat freshie turun, adalah kewajiban GL untuk menyemangati mereka.

Kita harus masuk ke comm hall dengan cheers. Tak lupa berbalas-balasan cheers dengan OG lain. Kita juga harus menyiapkan cheers untuk tiap pos yang kita lalui selama permainan. Belum lagi panik karena dikejar-kejar waktu oleh para PO.

Sebagai seorang melankolis, yang dikenal dengan kemurungannya, gue bener-bener susah untuk menampilkan image seperti itu. Banyak waktu saat gue merasa ingin keluar dari tugas ini. Ingin bareng temen-temen deket aja. Atau lebih sering, ingin sendiri. Sekali waktu sampai gue nggak ikut ngantri makan bareng OG gue, tetapi malah ke dekat panggung & karaokean bareng Nete alias Nathan Adianta. Feel much better after that, to be honest.

.

Tiga hari pertama GTD, rasanya capek luar biasa. Setiap hari harus tidur lewat tengah malam di lantai hanya beralaskan sleeping bag. Bangun pagi karena ada kelas. Di hari ketiga harus bangun jam 6.30am dan acaranya berlangsung seharian. Ditambah latihan junior performance setelahnya.

Hari keempat, gue cukup pesimis. Lagi-lagi, gue harus bangun pagi, tapi ini karena ke gereja pagi. Siangnya ada sport games. Di gereja gue ngantuk banget, tapi gue bangga soalnya gue nggak tidur selama kotbah. Yah sejujurnya memang gue nggak gitu dengerin sih. Untuk menghilangkan kantuk gue baca warta mingguan, dan memperhatikan orang-orang yang ketiduran. Lucu :mrgreen: .

Pulang dari gereja, gue harus buru-buru makan siang, ganti baju, dan siap sport games. Jujur, gue cukup pesimis. Soalnya freshie-freshie gue nggak se-excited itu dari kemaren. Dan takutnya hari ini mereka juga kecapekan.

Kejutan datang hari itu. Ternyata mereka luar biasa di sport games. Mereka memenangkan 4 dari 5 games yang dimainkan. Dan buat gue, kerjasama yang mereka tunjukkan juga oke. Rasanya bangga banget deh. Saking excitednya, salah seorang sampai bikin cheers baru buat kita. Pesimis gue hilang seketika, digantikan dengan excitement baru. Hari itu gue bener-bener literally scream my lungs out. Gue teriak-teriak menyemangati mereka kenceng banget. (Nete sampe komentar).

Unfortunately, sorenya, ada freshie yang sakit. Kita harus membagi pikiran antara freshie sakit, freshie yang lain, dan lain lainnya. Hal ini terjadi pada gue saat menjelang junior performance, salah seorang freshie sakit cukup parah sehingga dibawa ke kamar seorang senior yang tinggal nggak jauh dari comm hall. Gue & Jimot sama-sama nggak mungkin menunggui dia, soalnya kita berdua, bareng Duta & Lusi, harus menyiapkan 31 anak lainnya yang akan perform. Mengurusi penampilan mereka di panggung. Mengurus pembagian pintu masuk. Mengurus efek audio. Briefing terakhir.

Rasanya ingin sekali berteriak frustrasi. Ditambah lagi kekhawatiran kalau-kalau ada yang lupa dialog atau joke yang dipakai tidak mengena.

Makanya gue bersyukur banget ternyata junior performance berjalan dengan lancar. Audience ketawa puas banget. Freshie-freshie tampil bagus, bahkan karakter gay (yang selalu digunakan dari tahun ke tahun karena cowok jauh lebih banyak) cukup berkesan karena acting yang oke. Kita memenangkan best junior performance malam itu. Suatu kejutan, at least buat gue.

Setelah semua selesai, kita ngumpul bareng. Freshie-freshie ternyata nyanyi lagi “You’ve got a friend”. Yah meskipun pake contekan, tapi gue terharu juga. Nggak nyangka.

Thank you Happygriff-ers! You’re the best. :-)


Comments

  1. Lele says:

    Have been through these kind of feelings and experience too …
    Too bad no more GTD for me hehe …
    Taon depan Menkom ya Astrid =p

    Posted 1 year, 4 months ago
  2. Nathan says:

    just a lil bit of a DJ touch. HAHAHAHAHAHA

    i hate their stupid choice of music.

    Posted 1 year, 4 months ago
  3. livergirl says:

    @lele:
    taon depan? yang jelas gw gamau GL lagi…hehehe…mau logistik aja kali ya…

    @nete:
    hooh gw jg gasuka musik2nya wot…cieh DJ …ahahaha :razz:

    Posted 1 year, 4 months ago
  4. Indra says:

    Wah ternyata masi lom diupdate.. wkwk

    Posted 1 year, 4 months ago


Leave a Comment

(required)

(required)



Formatting your comment
Back to Top | Textarea: Larger | Smaller