gue berharga…and so are you
Yah, so ini adalah Enchanting Indonesia hari pertama. Banyak banget kejadian hari ini, mulai dari 2x bolak balik ke lantai 5 Takashimaya buat beliin converter colokan 3 ke 2, (dan ibu-ibu yang ngomel karena harus ngeganti duit gue), kepedesan sambel ayam penyet sampe nangis, monitor buat muter video yang nggak nyala-nyala, anak gaul singapur yang nanya-nanya diving di Makassar, delegasi Palembang yang luar biasa heboh, abang-abang Manado yang luar biasa ganteng kayak bule, dan nggak lupa performance-nya Didik Nini Thowok yang seperti biasa, dahsyat.
Tapi dari semua itu, ada satu yang paling berkesan di hati gue. Jadi gini ceritanya, waktu itu tuh udah sore, dan gue capek bediri terus di depan kipas angin depan booth SulSel, dimana gue jadi LO disitu. Udah hampir masuk angin tuh, jadi yauda gue jalan-jalan dan makan sesuatu (sotong Old Chang Kee) sambil duduk di patung singa di kiri kanan pintu masuk ke Taka. Saking capek dan ngantuknya, gue sampe ketiduran dengan nyender ke patung singa itu.
Bangun bangun, gue ngeliat booth SulSel cuma ada satu orang, dan itupun cowok yang tadi perform nari. Ya gue jadi kasian lah. Masa udah tadi nari capek-capek, sekarang disuruh ngejagain satu booth sendirian. Akhirnya gue ikut jagain meja satunya. Paling nggak gue kan bisa ngasi-ngasi brosur dan gue tau lokasi buat diving
Nah terus tau-tau dateng sepasang Singaporean gitu. Yah mungkin udah 40-50an lah. Dia enthu gitu nanya-nanya tentang SulSel. Ya gue sih nggak gitu tau jadi cuma sebagai asisten penerjemah aja. Dia juga entah kenapa kepo banget tentang keberadaan Cina peranakan (macem gue) di Indo. Dia bahkan nanya ke si cowok (namanya Rais, kalo ga salah tulis): “Are there many people like her in your province?” yang bisa diartikan: “Di tempat lo banyak orang cina nggak?”
Trus juga dia kepo tentang kehidupan kita para Chinese-Indonesian di Indo. Nanya-nanya nama cina gue. Bahkan persepsi dia adalah kita (orang cina-indo dan pribumi indo) banyak clash gitu dan kita nggak get along. Nanya-nanya temen gue ada yang nggak cina apa nggak. Sekalian aja gue bilang one of my best friends is Batak
. (Trus dia kayak bingung gitu itu apaan akhirnya gue terangin).
Bukan cuma itu, dia juga kepo tentang gue, gimana gue bisa nyampe sini, gimana interaksi gue dengan orang Singapur, dan bahkan rencana-rencana gue selanjutnya.
“So do you have more Indonesian friends or you also have Singaporean friends?”
“Yah…about quite the same [ini boong, pastinya],”
“How do you think about Singaporean? I want to know in detail,”
“Well, I cannot tell…,” [sambil ketawa-ketawa berharap pertanyaan dialihkan]
“Yes of course you can!” [maksa, dasar os]
“Well…I’m not that close to them, so I only talk to them. But mostly they’re nice people to talk to,” [jawaban netral yang lumayan bener]
Trus mereka nanya-nanya juga tentang proses gue sampe kesini. Ternyata istrinya adalah ex orang MoE (Ministry of Education) yang ngasih-ngasih tuition grant ke semua orang.
“Did you take GCA before?”
“What?”
“It’s a test for A level,”
“Oh no I didn’t take it. I just took the entrance examination from university,”
“Are you on scholarship? Is it from Singapore government or Indonesian?”
“Yes, I got it from Singapore government and from my school,”
“And your friends? How many of them in your cohort? Do they on scholarship also?”
“In EEE, maybe about 30 [ngarang]. Most of them are under tuition grant from MoE,”
“But there are bonds, right?”
“Yes, three years,”
“Will you go back to Indonesia?”
“Yes,”
“Why?”
“Because I think there’s something I could do there,”
“As an electronic person?”
“Yes,”
“Then what will you do after that? Will you stay in Singapore if they let you? If you get a job?”
“Well actually, Singapore is not my final destination. I want to go further,”
“To US?”
“No, to Europe, if I can,”
“Yes you can. Because I did it. I live there,”
[waw. mulai menarik nih. tetep kan Jerman negeri impian setelah sekian lama]
“Really?” [mata mulai berbinar. meskipun susah diliat saking sipitnya] “Where do you live?”
“First I work in Scotland, now I’m in London,”
[alamak. meskipun bukan Jerman, tetep aja loh, Inggris gitu...]
“Oh how nice,” [berlagak basa basi tapi sebenernya ngiler]
“So how come you get here?” [bisa diartikan: ngapain lo cina susah payah disini brusaha promosiin indo?]
“I’m volunteering for this event, and this is somekind of part-time job for me,”
“How about your friends, are they very Indonesian or do they think about China?”
“I think they’re very Indonesian,” [iyalah mana ada coba yang sampe mikir ingin balik dan membangun negeri leluhur? Ada juga membangun tanah air] “after all, we have lived there for hundreds of years,”
“You know what, it’s very nice to talk to you. I think you have a great plan for your life. And I think you’re a good representative also,”
[gue bener-bener kaget dia ngomong kalimat yang terakhir. Gue nggak pernah berpikir Indo seharusnya bangga punya gue. Gue nggak pernah mengira seseorang bisa punya good impression terhadap Indo karena gue. Sampe ngerasa terharu. (masalah emang ke-melankolis-an gue). Dan gue nggak pernah nyangka seorang total stranger bisa begitu menghargai gue, hidup yang sedang gue jalani, attitude gue, dan bahkan cita-cita gue. Gue bukan seseorang dengan prestasi spektakuler kok. Biasa aja. Bukan seseorang yang bisa bikin orang impressed. Iya nggak sih? Kesan pertama orang dengan gue tuh biasanya jelek. Entah nyolot, jutek, ato apalah. Tapi sekarang, ternyata gue bisa membangun dan mengembangkan diri gue. Gue bisa menjaga diri dan mengungkapkan pikiran gue dengan cara yang benar, walaupun dengan banyak hambatan dan orang-orang yang menghalangi gue. Karena ke-melankolis-an gue, gue sering ngerasa rendah diri dengan semua kekurangan gue dan kelebihan orang lain. Padahal, gue berharga. Regardless dari apapun. Dan gue nggak perlu seorang total stranger buat ngingetin gue. Gue berharga, dan siapa yang harus pertama menghargai gue kalo bukan diri gue sendiri? Gue berharga...dan lo semua juga.]
“Thank you. It’s very nice to talk to you too,”
“Goodbye,”
“Bye”
yoi nih perantau
tapi gimana kamarwot
Posted 1 year, 5 months agopostnya bole nih.. touchy2 gimana getoh, wakaka..
Posted 1 year, 5 months ago@nete: masih terlunta-lunta di negeri orang. udah fed up nungguin kamar. taon depan gw mau tinggal di luar aja kali. ga kuat mental diginiin.
@mac: ahaha…touchy apanya?
Posted 1 year, 5 months agowakaka.. geto deh.. keren dah.. mayan meaning..
Posted 1 year, 5 months agowaaaahh ucok sayaaaaangg, aku jd ikutan terharu hahahahaha ga gue sangka, cocok deh nama lo waktu itu gue ganti jd ucok hehe i miss u lot ucokcokcok
Posted 8 months, 3 weeks agodondaaaaaa!!! kirain sapa nih yg komen2 di post lama gw…hehe…kangen donda jugaaaaaa….
Posted 8 months, 3 weeks ago