maybe the steps are a little bit too small
Yah. Kalo ada yang baca post gue yang tertanggal 19 Juli, mungkin masih inget 2 kalimat terakhir yang gue tulis: “I hope that I could keep walking. No matter how small the steps are.”
Maksudnya yah, gue masih pengen untuk tinggal di Jerman, dan mengikuti les Goethe di Singapur ini adalah langkah awal gue untuk memulai lagi setelah sempet terputus gara-gara terlalu kiasu belajar A level.
Nah, tadi gue baru aja mengunjungi situs Goethe Institut Jakarta. Gue penasaran kenapa di Singapur kok waktu kursusnya pendek banget. Bayangin aja kok cuma 10 minggu. Padahal kan di Jakarta kan 6 bulan. Dan…tanda tanya gue terjawab juga. Coba klik deh link2 ini:
.
Ya jelas aja lah di Singapur cuma sebentar. Kemajuannya dikit banget. Bahkan level A1 di expand sampe jadi 3. Dan ternyata gue udah mundur banyak banget. It’s gonna be a looooooooonnnnnnngggggg time before I can speak German properly.
As the title said, maybe the steps are a little bit too small.
Really?
Well, kayaknya gue emang harus belajar buat nggak terbawa budaya instan. Belajar bahasa memang suatu proses yang berkesinambungan dan nggak bisa belajar sebentar terus langsung bisa. Memang waktu yang terpakai akan lebih lama, tapi gue berharap gue jadi bisa lebih mendalami bahasa ini.
Gue emang harus belajar sabar. Nggak semua bisa diraih dengan mudah.
Belajar lebih rendah hati. Lebih mengakui kelemahan gue.
Belajar untuk bisa berusaha lebih keras.
Belajar menghargai.
Belajar hidup.
Leave a Comment