i hate myself for being 20 and poor…lol

Still exactly two weeks before I go back to Singapore, still long way to go before the semester start, and yet what I’ve been doing since yesterday is planning my entertainment…oh well…

Initially I planned to watch a big-expensive entertainment once a year. In my 1st year there was the Maroon 5 concert. But in my 2nd year, I watched Formula 1 and Jason Mraz concert (F1 does not considered as a sport :P ). Oh and I watched the ballet version of “Anna Karenina”, but this doesn’t count since my friends gave the ticket to me for my birthday 8) .

All those good musicians and entertainers just come to Singapore…Stomp will come on October, also Il Divo on September, King’s College Choir on July (they held a workshop for choir also), Cinderella on ice, and they even got Lady Gaga on August (I’m not a fan, just to show how everyone’s coming to this small red dot). The Sun Festival performances on October are also really tempting. I’m also considering to try an SSO event…I’m talking about the Beethoven Festival…they’re pretty cheap (plus student concession ^^).

Well, only God knows who else will perform…

And even “worse”, Liverpool is also coming this 26th July!! I’m so very extremely tempted to buy a ticket…but it’s S$88 :( . Yes I’m not broke yet, but I will be soon if I decide to buy it :( :(

.

This small island is full of temptation…

.

I booked two Stomp tickets already, the cheapest ones. Actually they have student concession, and I got really mad when I saw “up to 18 years old”. Oh man! At that very moment, I hate myself for being 20 :(

.

Liverpool oh Liverpool…will I dare to spend another $88 for them? :?

h-16

Memang bener disini harga tiket bioskop murah.
Memang bener disini bisa lebih hedon.
Memang bener disini nggak ada beban soalnya ga sekolah.
Memang bener disini orang2nya nggak kiasu jadi hidup lebih santai
Memang bener disini makanan jauh lebih enak.
Memang bener disini lebih kuping-friendly secara nggak ada singlish
Memang bener disini banyak temen lama

But I wanna go home…

sometimes I just want them to shut up

Ih bener deh kadang tuh males banget kalo uda mulai ketemu tante2 temen nyokap, trus mulai sesi nanya2 apa kabar gimana kuliah blablabla. Kalo yang nggak inget nanya dulu sekolahnya dimana. Dan begitu gue jawab…jengjeng, langsung deh uda ketebak pertanyaan selanjutnya (well kadang2 diselingin basa basi dulu “stress nggak disana?”).

Yah intinya, pasti pertanyaan itu ditanyakan. Tau kan. Ya soal kasus itu lah. Seakan-akan punya status sebagai mahasiswa universitas teknologi nanyang berkewarganegaraan Indo bikin gue jadi juru bicara kasus itu. Buset deh. You know what? I really don’t want to talk about it. Not because I don’t care. I feel sad, I feel sorry, I feel terrible, and hearing those questions just make it even worse.

Gue selalu jawab nggak tau bukan karena gue nggak mau tau. Tapi ya emang mau gimana, kebenaran juga belom terkuak, dan gue nggak serendah itu untuk malah ngomongin spekulasi yang aneh-aneh (kayaknya tiap kali ada aja cerita lain lagi). Pake diomongin pula. Emangnya ini infotainment? Buset deh nggak kasian apa sama kluarga & temen-temennya?

Gue cukup yakin temen-temen gue juga mengalami hal-hal kayak gini. Yah, people, please consider our feelings. Mana enak sih hal-hal menyedihkan seperti itu dari sekolah kalian ditanyain terus-menerus?

Sometimes I really want them to just shut up.

he clearly knows how to make me smile

“Aku ga sabar nunggu kamu pulang ke Singapur,”

“Pulang? Balik kali maksudmu…aku sih bilang kalo ke Indo itu ‘pulang’, kalo ke Singapur itu ‘balik’,”

“Buatku sih ‘pulang’ itu berarti kalo aku bisa bareng kamu lagi. Cos my home is in your heart,”

.

oke emang gombalism tingkat tinggi. but I like it. lol.

a pessimist

lt’s just…good things don’t happen to me very often.
When they do, I get scared.

Elektra Natchios (Daredevil)

I’m a total melancholic, well ya 68% lah. Which means gue mempunyai hampir semua kebaikan dan keburukan orang mello. Misalnya aja gue cukup detail (gampang liat small pictures gitu), dan mikir panjang sebelum ngapa2in. Yah tapi keburukannya, melancholy person sees everything from the dark side. Alias pesimis. Banget.

Jujur ini bener2 melekat di karakter gue. Pesimis. Takut ini itu. Mungkin karena pengaruh segala rencana orang mello dimasukin ke hati. Jadi kalo nggak berjalan sesuai rencana rasanya sewot/sebel/sedih/bete/marah/gabungan dari semuanya. Dan karena itulah gue jadi suka males bikin rencana karena takut ga mulus…geblek ya. Akhirnya plegmatis gue keluar dan jadi go with the flow gitu.

Quote yang gue pasang ini somehow sering gue ucapkan dan pikirkan. Emang rasanya tiap kali hidup gue berjalan lancar, pikiran gue langsung memunculkan hal-hal aneh yang bakal terjadi kalo-kalo my life turned upside down. Kalo-kalo gue berada di bawah lagi. Hasil dari rasa takut gue yang nggak berdasar.

Tapi setelah dipikir-pikir, serius deh, bego banget sih gue. Itu kan sama aja kyk me-neglect hal-hal positif yang terjadi dan gue achieved.

Let’s see: I’m saved by His grace, I passed all my subjects, I have a roof above my head, sufficient money in my bank account, I have great friends in Indo & Singapore, I’m in a great relationship with a guy I love, I felt His presence through His blessings in my life…and yet what I’m doing is imagining bad things and freaking myself out. Seriously this attitude is destroying myself little by little.

So yeah, I know what’s wrong with me, but ‘repairing’ those things aren’t easy. Everyday I told myself to stay thankful and see the bright side of everything, but more than often, I slipped. It takes more than effort. It requires His help, and also from people around me. I’m so thankful he’s optimistic enough to keep reminding me of the blessings I’ve had.

.

And yes, as I always said, stay thankful. And look at the bright side :)

“The habit of looking on the bright side of every event is worth more than a thousand pounds a year.”

Samuel Johnson, 1709-1784

j.k.t wk.2

Kayaknya nggak banyak yg berubah dari minggu lalu. Moodnya masih relatif sama. Hm ya paling kmaren toz balik singapur. Gue tau ini lame bgt, tapi kmaren gue sedih banget rasanya. Dasar melankolis.

Oh minggu ini suda ketemu 3 teman baiks saya ;) dan ketemu pacar 2x :D :D padahal dikira nggak sempet…hehe. Udah nonton 3 film juga (bener2 harga tiket bioskop indo tuh indah banget dah) .17 Again bagus lho…at least zac efron disitu ganteng skalih! :P . Kapan sih transformers keluar?

Trus…really looking forward utk jalan2 bareng anak2 ntu besok, jalan2 lagi sama bff2 indo, dan pengen ke bandung! Duh kok dari jaman kapan gaperna kesampean sih…ckck :s

OHYA ini nyebelin banget…XL gue nggak bisa terima sms dari Singapura!! Nggak cuma dari nomer pacar, tapi juga dari nomer temen2 gue yang laen. Beuh sebel abis deh. Ya dia bisa telpon sih tapi kan paling sehari 1-2x aja. Tapi kan gue jadi gabisa reach temen2 gue. Hiks. Dan gue nggak bisa telpon soalnya ntar dia kena roaming. Udah telpon customer servicenya tapi katanya ga ada masalah. Ya kalo nggak ada masalah then how come gue nggak bisa trima sms :(

Yah again, tapi seperti yang dia bilang, makin sulit komunikasi bikin kita makin menghargai bentuk komunikasi yang ada. Rasanya seneng banget denger suaranya, ato kata2 hasil ketikannya di komputer. Teguran untuk kita yang selalu take things for granted dan fokus pada hal-hal yang negatif.

So people, stay thankful :)

j.k.t

Jakarta lagi. Whew *sigh*. Ketika kebanyakan anak seneng kalo pulang Indo, gue selalu campur aduk. Jadi inget waktu chatting sama toz pas dia baru nyampe. Kita emang punya masalah yang sama soal pulang Indo. Because it’s the past we don’t want to face. Maybe we don’t even want to admit it. Tapi ya mau gimana lagi. Namanya masa lalu ya emang selalu ada.

Di sisi lain, seneng juga sih pulang. Kangen temen-temen juga. Semoga bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin bareng mereka deh.

Dan seperti kata hejron di blognya, emang sulit banget menjaga integritas di Indo (baru sehari disini eh udah ngantuk2 n pikiran kmana2 pas di greja :( ). Dulu setiap kali pulang dan balik singapur, rasanya back to square one in terms of my relationship with God. Mulai dari awal lagi. Bergumul lagi. Semoga kali ini berbeda dan gue bisa menjaga hati dan pikiran untuk Tuhan saja.

Terlepas dari kebandelan gue di greja pas kotbah, ada satu poin yang gue tangkep dari situ. Bahwa kita mungkin cuma ujung pena, kuas kecil, ato bahkan cuma sekrup. Tapi di tangan yang tepat, itu bisa jadi buku best seller, lukisan masterpiece, ato bahkan sebuah rumah. Jadi sekecil apapun kita, kita pasti akan berguna karena kita berada di Tangan yang tepat :)

.

Jakarta…jakarta…memang setiap kota punya ironinya sendiri-sendiri.

some things in my mind

Gue agak nggak kepikiran gimana post ini bakal ditulis (maksudnya in terms of format & flow), jadi gue bakal nulis aja dan sori kalo berantakan :P

.

Jujur, gue bukan penggemar negeri singa ini. Tapi dua taun hidup sendiri disini bener-bener suatu anugrah buat gue, terutama dalam hidup kerohanian. Rasanya sekarang lebih gampang untuk pasrah sama kehendakNya dan bukannya melakukan apapun berdasarkan ambisi sndiri (meskipun masih sering kepleset juga mknya msti selalu ngingetin diri sndiri).

Buat gue, mengetahui kehendak Tuhan itu susah, karena kita nggak akan tahu Tuhan mau berbicara lewat siapa, lewat kejadian apa…mesti siap sedia setiap saat untuk mau mendengar dan untuk mau peka. Jadi gue bersyukur banget dalam beberapa kesempatan dalam 2 tahun ini ketika gue harus mengambil keputusan, gue bener-bener ngerasa bahwa keputusan yang gue ambil adalah kehendak Tuhan.

Yang pertama, ketika gue mengakhiri hubungan gue yang dulu.
Gue bergumul sangat lama dengan ini, karena ini menentang idealisme gue dan so called tekad gue untuk nggak akan pernah mengakhiri suatu hubungan yang udah disepakati. Buat gue (dulu), kok nggak komit banget sih. Kan uda janji. Tapi dengan berbagai cara, gue ngerasa bener-bener inilah yang terbaik, dan yang Tuhan mau juga. Selain itu kalo gue pikir lagi, lebih baik mengakhiri lebih awal daripada berlanjut sampe lebih serius, ya kan?

Kedua, ketika gue memutuskan untuk bertahan di jurusan gue.
Yah pokoknya gue cukup struggle lah dengan course gue, soalnya makin dijalani makin nggak cocok…haha. Dulu sempet memikirkan beberapa kemungkinan. Tapi ketika gue melihat balik saat gue berusaha banget untuk masuk sini, gue kayak ditegur dengan halus sama Tuhan. Kira-kira bgini: “kamu lihat betapa tidak mampunya kamu dan betapa Aku memampukan kamu. Sekarang kenapa kau meragukan rencanaKu?”

Lanjut, ketika gue memutuskan untuk menjadi ExCo NTU ISCF 09-10.
Gue nggak butuh waktu lama untuk membuat keputusan ini (meskipun mikir agak lama untuk jadi sie apa). Rasanya natural banget bilang “yep, gue mau jadi exco.” Disinilah ladang dimana Tuhan menempatkan gue, dan given kemampuan yang udah dikasih Dia, melayani disini rasanya bener-bener kayak udah jelas banget. :)

Ohya dan yang barusan aja, keputusan gue untuk memulai suatu hubungan lagi.
Gue berdoa untuk ini udah dari lama, bahkan berdoa supaya gue nggak ada feeling lagi buat dia. Apparently, Tuhan nggak mengabulkan doa gue yang ini, dan at first kayak nggak nunjukkin jalan juga…tetep aja ngegantung gitu. Tapi seperti yang gue pernah bilang, Dia ternyata mau gue nunggu, supaya gue belajar sabar dan belajar tetep berharap. Yah jadi, given apa yang udah gue alami dan betapa gue merasakan Tuhan bekerja, keputusan ini rasanya juga jelas. Kita berharap sih ini lancar dan bisa terus, tapi kalopun nggak, kita yakin Tuhan punya rencana.

Dan keputusan-keputusan lainnya yang lebih ‘kecil’ tapi tetep gue bersyukur banget karena bisa merasakan kehendak Tuhan dalam itu semua.

Sekarang gue juga punya pergumulan, dan masih menunggu dan mencari apa kehendakNya untuk yang ini. Kiranya gue, dan kita semua juga, tetep setia dalam setiap penantian kita, karena Tuhan itu baik adanya.

.

Stay thankful. God bless you to bless others :)

aujourd’hui

Tadi dia pulang ke Indo seminggu sebelom mulai kerja. Yah meskipun lusa gue juga pulang Indo, tp very unlikely lah bisa ketemu. Jadi ya paling-paling baru ketemu lagi pas gue balik Singapur, which is tanggal 20 Juli. Rada melo sih pas tadi nganterin dia ke Changi :( , ya mau gimana kan baru jadian juga minggu kmaren.

Tapi tetep lah banyak hal yang mesti disyukuri. Betapa Tuhan baik banget mengijinkan kita bertemu dan tinggal di kota yang sama. Betapa Dia membuat kita menunggu untuk belajar berharap dan bersabar dulu. Betapa kita punya kemiripan yang membuat kita jadi lebih gampang saling mengerti. Yes I know I’ve been really blessed :D . Thank you, Lord.

Dan bersyukur juga untuk nyokap yang bener-bener suportif (tadi sampe nanyain kalo2 gue mau nomer indo yang matrix supaya lebih murah nelpon ke singapur. jadi kangen mama :) ).

.

Abis dari Changi ngautis ke vivo…dan menemukan sesuatu buat ade gue…finally (gue nggak mau lagi beliin dia CD suju. Males nyarinya :lol: ). Meskipun harganya rada ga masuk akal tapi yaudahlah.

.

Back to packing.

PS: To my sunshine, enjoy your time with your fam in Indo. See you on July 20th. ild :)

z.w.ö.l.f

Dapet hall 12 lagi kamar yang sama persis buat taon depan. Jujur kabar ini tidak diterima dengan cukup baik soalnya langsung kepikiran mau appeal buat stay di 16. Kalo skarang gue ada di kamar 12 itu sih seneng banget bisa retain. Tp skarang abisnya sebel mesti pindah2. Dan ngebayangin naik ke lantai 7 lagi. Tapi kalo appeal ntar jadi cari2 alesan buat MC. Gawat deh.

Yah kayaknya sih di accept aja ya.

Mesti packing donk skarang *sigh*

Dan balik2 harus pindah. Ke lantai 7 lagi. *sigh*

.

Meskipun udah ngerasain homeless, tapi kabar ini bener-bener tantangan buat tetep bersyukur…

Help me, O Lord.